RIAU – Badan lemas atau kurang fit artinya kondisi tubuh yang tidak berada dalam kondisi prima atau optimal. Ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kurang tidur, pola makan yang tidak sehat, kurang olahraga, hingga adanya masalah kesehatan tertentu.
Kondisi kurang fit sering kali ditandai dengan badan lemas, mudah lelah, dan penurunan performa fisik maupun mental.
Lantas, apa saja kondisi kesehatan yang bisa menyebabkan badan lemas atau kurang fit? Simak ulasan selengkapnya berikut ini!
Badan lemas adalah kondisi ketika tubuh terasa kekurangan energi dan kekuatan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Kondisi ini berbeda dengan kelelahan biasa karena badan lemas biasanya berlangsung lebih lama dan tidak membaik setelah istirahat yang cukup.
Keadaan ini bisa sangat mengganggu produktivitas dan kualitas hidup.
1. Anemia
Salah satu masalah kesehatan yang membuat seseorang terus-menerus merasa lemas dan lelah adalah anemia defisiensi besi.
Anemia bisa dialami oleh pria maupun wanita. Namun, kondisi ini lebih rentan terjadi pada wanita yang mengalami menstruasi berat, sedang hamil, atau memasuki fase menopause.
Selain itu, anemia juga bisa terjadi karena adanya masalah di sistem pencernaan. Misalnya saja, mengidap sakit maag atau mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid.
Ketika mengalami anemia, kamu mungkin tidak bisa beraktivitas dengan baik, otot terasa berat, dan cepat lelah.
Ada beberapa vitamin atau obat yang bisa kamu gunakan untuk mengatasi anemia.
2. Sleep apnea
Sleep apnea adalah kondisi ketika tenggorokan menyempit atau menutup saat tidur dan berulang kali mengganggu pernapasan kamu.
Kondisi ini menyebabkan kamu mendengkur dengan keras saat tidur dan menurunkan kadar oksigen dalam darah.
Kesulitan bernapas yang disebabkan oleh sleep apnea bisa membuat kamu terbangun di malam hari. Akibatnya, kamu tidak bisa tidur dengan nyenyak dan akhirnya bangun pada keesokan paginya dengan badan lemas.
3. Hormon tiroid yang kurang aktif
Kelenjar tiroid yang kurang aktif menyebabkan jumlah hormon tiroid (tiroksin) dalam tubuh kamu menjadi sangat sedikit.
Hal ini bisa membuat kamu merasa kelelahan dan badan menjadi lemas.
Kamu juga cenderung mengalami pertambahan berat badan dan nyeri otot, serta kulit kering.
Kelenjar tiroid yang kurang aktif paling sering terjadi pada wanita dan terjadi lebih sering seiring bertambahnya usia.
4. Penyakit celiac
Penyakit seliaka atau celiac disease adalah penyakit seumur hidup yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang bereaksi terhadap gluten. Gluten adalah protein yang bisa ditemukan dalam makanan, seperti pasta, roti, kue dan sereal.
Di Inggris, ada 1 dari 100 orang yang mengalami penyakit ini. Selain menyebabkan badan lemas, penyakit celiac juga bisa memicu diare, kembung, anemia, dan penurunan berat badan.
5. Sindrom kelelahan kronis
Sindrom kelelahan kronis atau dikenal juga sebagai myalgic encephalomyelitis (ME) adalah kelelahan parah yang membuat pengidapnya lemas setidaknya selama 4 bulan.
Kondisi ini disebabkan oleh pekerjaan yang berat serta masalah mental. Selain merasa lemas, pengidapnya juga rentan mengalami pusing, nyeri otot atau sendi, bermasalah dengan ingatan, serta penurunan kualitas tidur.
6. Diabetes
Diabetes atau penyakit gula merupakan penyakit kronis yang perlu diwaspadai. Penyakit ini ditandai dengan sering buang air kecil, sering haus, serta penurunan berat badan.
Tak hanya itu, pengidap diabetes juga kerap merasakan lemas dan lelah di tubuh.
Menurut jurnal Diabetes Therapy, rasa lemas dan mudah lelah pada pasien diabetes terjadi karena adanya berbagai faktor yang disebut diabetes fatigue syndrome (DFS). Contohnya kadar gula darah yang tinggi di dalam tubuh, penyakit penyerta lainnya, serta gaya hidup yang tidak sehat.
7. Demam Kelenjar
Demam kelenjar adalah infeksi virus umum yang menyebabkan badan lemas, disertai dengan demam, sakit tenggorokan, dan pembengkakan kelenjar.
Penyakit ini lebih sering terjadi pada remaja dan dewasa muda. Gejala biasanya bisa menghilang dalam 4 hingga 6 minggu, tetapi badan lemas bisa bertahan selama beberapa bulan.
Sumber Halodoc
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















