DURI – Tangan dingin Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar kembali membuahkan hasil gemilang. Di bawah kepemimpinannya, Kabupaten Bengkalis sukses memimpin perang melawan narkoba di Provinsi Riau dalam pelaksanaan Operasi Antik Lancang Kuning 2026.
Jajaran Polres Bengkalis tampil sebagai satuan wilayah paling produktif dalam pengungkapan kasus narkotika se-Riau.
Selama operasi berlangsung sejak 16 April hingga 7 Mei 2026, Polres Bengkalis berhasil menuntaskan 74 laporan polisi dengan total 101 tersangka yang diamankan,Kamis (14/05/2026).

Capaian tersebut menempatkan Kabupaten Bengkalis di posisi teratas sebagai daerah dengan intensitas penindakan tertinggi, mengungguli seluruh jajaran kepolisian di wilayah hukum Polda Riau.
Tak hanya menangkap para pelaku, petugas juga berhasil menyita barang bukti berupa 387,43 gram sabu, puluhan butir ekstasi, uang tunai senilai Rp19,2 juta, 10 unit sepeda motor, serta puluhan telepon genggam yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas transaksi narkoba.
Keberhasilan ini dinilai menjadi bukti nyata komitmen AKBP Fahrian dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Bengkalis. Di tengah tantangan geografis daerah pesisir yang rawan menjadi jalur masuk barang haram, jajaran Polres Bengkalis mampu menunjukkan performa tegas dan terukur.
Secara keseluruhan, Operasi Antik Lancang Kuning 2026 yang digelar Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau berhasil mengungkap 435 kasus tindak pidana narkotika dengan total 557 tersangka di seluruh Provinsi Riau.
Selain itu, aparat kepolisian juga menyita lebih dari 31,8 kilogram sabu, 2.319 butir ekstasi, ratusan botol vape etomidate, serta uang tunai senilai Rp159,8 juta yang diduga berasal dari perputaran bisnis narkoba.
Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol Putu Yudha Prawira menegaskan, Operasi Antik bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan langkah nyata memutus mata rantai peredaran narkotika dari hulu hingga hilir.
Sementara itu, keberhasilan Polres Bengkalis menjadi yang terbaik dalam operasi tersebut semakin mengukuhkan peran penting AKBP Fahrian Saleh Siregar sebagai pemimpin yang serius menjaga keamanan daerah dari ancaman narkoba.
Dengan capaian ini, masyarakat berharap perang terhadap narkotika di Kabupaten Bengkalis terus berlanjut dan tidak memberi ruang sedikit pun bagi bandar maupun pengedar untuk berkembang.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.














