DURI – Bukannya memberikan contoh moral yang baik, oknum anggota DPRD Kabupaten Bengkalis, Tantowi, Dapil Mandau, Partai Gerindra justru mempertontonkan arogansi yang memuakkan,Selasa (31/03/2026).
Usai kecelakaan yang melibatkan mobil dinas Wakil Ketua II DPRD Bengkalis, Hendrik Firnanda Pangaribuan, Tantowi yang merupakan kakak kandung korban malah menyerang jurnalis dengan narasi penghinaan yang sangat tidak terdidik.
Mentalitas Anti-Kritik: Sebut Media Sebagai “Sampah”.

Pejabat publik yang menjabat sebagai Ketua Komisi IV ini secara membabi buta menyerang profesi wartawan melalui status media sosialnya. Dengan kalimat penuh kebencian, ia melabeli kerja jurnalistik sebagai “Media Sampah”.
“Media Sampah, Kalau Gak Tau Fakta, Jangan Buat Berita,” tulis Tantowi dalam statusnya, sebuah pernyataan yang dianggap banyak pihak sebagai upaya pembungkaman terhadap fakta kecelakaan yang terjadi di Desa Parit 1, Api-api, Selasa (31/3/26).
Tak puas hanya menghina institusi media, Tantowi secara personal melancarkan serangan psikis kepada Handana, jurnalis pantauriau.com. Melalui pesan WhatsApp, ia menggunakan diksi yang merendahkan martabat manusia.
“Kau rasa betul berita kau tu,” gertak Tantowi.
Ia bahkan melontarkan kalimat bernada ejekan terkait “Kartu Kuning”
Tindakan ini dinilai sebagai bentuk intimidasi murahan yang tidak pantas keluar dari mulut seorang “Wakil Rakyat” yang digaji dari pajak masyarakat.
Arogansi Tantowi mencapai puncaknya saat ia memilih bungkam seribu bahasa ketika dikonfirmasi oleh KabarDuri.net.
Ketidakmampuannya dalam memberikan klarifikasi secara jantan justru memperkuat dugaan bahwa dirinya sedang panik menghadapi fakta lapangan.
Handana, sang jurnalis yang menjadi korban perlakuan tidak menyenangkan tersebut, hanya bisa mengelus dada melihat perilaku pejabat yang ia anggap telah mencederai martabat pers.
“Ini sudah keterlaluan. Seorang wakil rakyat seharusnya tahu etika berkomunikasi, bukan malah memaki,” tegas Handana.
Hingga berita ini tayang, publik menanti apakah Badan Kehormatan (BK) DPRD Bengkalis akan tetap diam melihat kelakuan anggotanya yang mempermalukan lembaga legislatif tersebut, ataukah arogansi seperti ini akan dianggap sebagai “hal lumrah” di kursi dewan.*Ramadhan
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

















