KabarDuri, DURI – Komnas Perlindungan Anak Kabupaten Bengkalis menjadi narasumber dalam kegiatan sosialisasi bertema “Anti-Bullying dan Pencegahan Kekerasan Seksual” di SDN 25 Mandau. Acara ini dihadiri oleh 30 guru dan 410 siswa dengan tujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang batasan interaksi yang sehat dan cara melindungi diri dari bullying maupun kekerasan seksual.
Kepala Sekolah SDN 25 Mandau, Zabinar, yang diwakili oleh Yusmadeni menyampaikan harapannya agar kegiatan ini memberikan pemahaman kepada siswa mengenai apa itu bullying serta batas wajar dalam berinteraksi dengan orang lain. “Dengan pemahaman ini, anak-anak diharapkan mampu melindungi diri dari segala bentuk perundungan dan pelecehan seksual di masa depan,” ujarnya.Selasa (26/11/2024).

Sekretaris Komnas Perlindungan Anak, Peni Wulandari, S.Psi., yang bertindak sebagai narasumber, menegaskan pentingnya membedakan antara bercanda dan bullying. “Dampak dari keduanya sangat berbeda. Pemahaman ini penting dalam interaksi sosial,” jelasnya. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pendidikan sejak dini tentang penghargaan terhadap tubuh anak. “Anak-anak harus memahami bahwa tubuh mereka berharga dan tidak boleh disentuh oleh sembarang orang, bahkan jika diberi iming-iming hadiah,” tambahnya.

Pihak sekolah juga mengusulkan agar sosialisasi serupa dilakukan untuk orang tua siswa. Hal ini bertujuan agar para orang tua lebih sadar akan bahaya bullying dan kekerasan seksual yang semakin marak terjadi di era saat ini.
“Setiap kita memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing. Orang tua melalui pola asuh di rumah, dan sekolah melalui kegiatan yang menambah wawasan anak-anak,” pungkas Peni saat menutup acara.*Ramadhan
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















