DURI – Aman aja wan, atur aja wan. Kalimat sindiran dari netizen ini viral di media sosial usai anak Bupati Pelalawan Zukri Misran berinisial AF alias Fidel dinyatakan positif narkoba setelah terjaring razia tempat hiburan malam di Pekanbaru.
Sindiran tersebut ramai bermunculan setelah Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pekanbaru menyebut AF positif ganja dan etomidate diduga karena terpapar asap ganja di toilet. Pernyataan itu memicu gelombang kritik dan komentar pedas dari warganet.
Banyak netizen mempertanyakan keputusan BNN yang tidak menahan AF dan hanya memberikan rehabilitasi rawat jalan. Bahkan, komentar bernada sindiran hingga cibiran terhadap Kepala BNNK Pekanbaru Kombes Pol Wawan ramai memenuhi media sosial.

Dalam sejumlah komentar yang viral, netizen menilai penjelasan soal “terpapar asap di toilet” sulit diterima. Kalimat seperti “BNN bagian ngeles-ngeles” hingga “hati-hati kalau masuk toilet” ramai dibagikan warganet di berbagai platform, Sabtu (30/05/2026).
Salah satu komentar yang paling banyak mendapat perhatian publik datang dari akun media sosial yang menulis, “Aman aja wan, atur aja wan, hahaha.” Komentar tersebut memperoleh ratusan tanda suka dan dibagikan ulang oleh banyak pengguna media sosial.
Tak hanya itu, komentar lain juga menyindir pernyataan pihak BNNK Pekanbaru.
“Quote of the day: TERPAPAR DI TOILET,” tulis salah satu akun sambil menambahkan sindiran agar masyarakat berhati-hati saat masuk toilet.
Komentar bernada kritik juga terus bermunculan. Beberapa netizen menilai penjelasan yang disampaikan pihak BNN terlalu mengada-ada.
“BNN: Bagian ngeles-ngeles!!” tulis akun lainnya yang viral dan mendapat ribuan respons.
Ada pula komentar lain yang menuliskan, “Pinteran jujum daripada BNN,” hingga “Atur aja dah sama kalian.”
Diketahui sebelumnya, AF alias Fidel diamankan saat razia di salah satu tempat hiburan malam di Pekanbaru. Dari hasil tes urine, AF dinyatakan positif ganja dan etomidate.
Namun, pihak BNNK Pekanbaru menyatakan AF tidak terbukti mengonsumsi ganja secara langsung maupun terlibat jaringan narkoba. Hasil positif disebut diduga akibat terpapar asap ganja di ruangan tertutup.
Keterangan itu juga diperkuat oleh pengakuan dua tersangka lain yang disebut sebagai pemilik narkoba dan membenarkan AF tidak ikut mengisap ganja bersama mereka.
BNNK Pekanbaru kemudian memutuskan AF hanya menjalani rehabilitasi rawat jalan sebanyak empat kali tanpa proses penahanan.
Meski telah diberikan penjelasan resmi, polemik terkait kasus tersebut masih terus menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat dan media sosial.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.













