DURI – Ratusan jamaah dan tokoh masyarakat menghadiri peringatan Haul Tuan Syekh H. Imam Sabar Al-Kholidi Naqsyabandi yang digelar di Gubah Komplek Pemakaman beliau, Desa Balai Pungut, Kecamatan Pinggir, Ahad (10/5/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum mengenang jasa ulama kharismatik yang dikenal sebagai penyebar ajaran Islam dan pembawa Thariqat Naqsyabandiyah pertama di daratan Mandau.

Acara berlangsung khidmat dengan rangkaian pembacaan Yasin, Takhtim, Tahlil, doa bersama, manaqib riwayat hidup Tuan Syekh, sambutan para tokoh, hingga makan bersama.
Sosok Ulama Besar Mandau
Tuan Syekh H. Imam Sabar Al-Kholidi Naqsyabandi lahir pada tahun 1878 Masehi dan wafat pada 7 Mei 1960. Beliau dikenal masyarakat sebagai Tuan Guru yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan Islam di wilayah Mandau, Yang sekarang Duri, Siak Dumai, dan Kandis.
Dalam sejarahnya, beliau disebut sebagai tokoh utama yang mengislamkan masyarakat daratan Mandau pada masa Kerajaan Siak Sri Indrapura.
Bahkan, beliau diutus langsung oleh Sultan Syarif Kasim II untuk menyebarkan syiar Islam serta mengembangkan Thariqat Naqsyabandiyah di kawasan tersebut.

Pada tahun 1925, beliau mulai memimpin kegiatan tarekat di Desa Beringin, kemudian memperluas dakwah ke Desa Balai Pungut sejak tahun 1936. Hingga kini, makam beliau di Desa Balai Pungut menjadi tempat ziarah masyarakat dari berbagai daerah.
Setelah wafat, perjuangan dakwah beliau dilanjutkan putranya, Syekh H. Usman, yang makamnya berada berdampingan dengan sang ayah.
Camat Pinggir Zamarico dalam sambutannya menyampaikan bahwa Tuan Syekh H. Imam Sabar Al-Kholidi Naqsyabandi merupakan sosok ulama besar yang meninggalkan jejak perjuangan luar biasa bagi masyarakat Mandau dan sekitarnya.

“Beliau bukan hanya menyebarkan agama Islam, tetapi juga membangun persatuan umat serta menanamkan nilai-nilai akhlak dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Zamarico.
Ia mengajak generasi muda agar tidak melupakan sejarah para ulama yang telah berjasa membangun daerah melalui jalur dakwah dan pendidikan.
“Kita berharap haul ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk meneladani perjuangan beliau, menjaga ukhuwah, serta meneruskan nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan,” tambahnya.
Kepala Desa Muara Basung: Warisan Ulama Harus Dijaga
Kepala Desa Muara Basung, Akhyar Mukmin, menyampaikan bahwa haul ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga pengingat pentingnya menjaga warisan perjuangan ulama terdahulu.
“Beliau adalah sosok panutan yang berjasa besar dalam menyebarkan Islam di Mandau. Generasi muda harus mengenal sejarah beliau dan meneladani akhlaknya,” ujar Akhyar Mukmin kepada KabarDuri.net
Ia juga berharap kegiatan haul seperti ini terus dilestarikan sebagai bentuk penghormatan kepada ulama yang telah berjasa membangun peradaban Islam di daerah tersebut.
“Semoga nilai-nilai perjuangan, persatuan, dan dakwah yang diwariskan Tuan Syekh terus hidup di tengah masyarakat,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.











