DURI – Komitmen untuk mewujudkan Kota Duri bersih dari tumpukan sampah terus ditunjukkan Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Persampahan dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kecamatan Mandau, Harzulkifli SH.
Meski harus menempuh jarak cukup jauh dari kantor menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA), semangat pria asal Sekeladi, Kabupaten Rokan Hilir itu tidak pernah surut untuk terus memantau kondisi pengelolaan sampah di wilayah Mandau dan Bathin Solapan.

Pada Rabu (13/5/2026), Harzulkifli kembali meninjau langsung TPA lama yang berada di Kilometer 9 Kulim.
Peninjauan tersebut dilakukan guna memastikan lokasi tersebut mampu menampung volume sampah masyarakat dalam jangka waktu yang panjang.
“Saat ini kita kembali lagi ke TPA lama di Kilometer 9 Kulim. Mudah-mudahan cukup menampung sampah masyarakat Mandau dan Bathin Solapan dalam waktu lama,” ujarnya, Jum’at (15/05/2026).
Harzul, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa produksi sampah masyarakat Kecamatan Mandau saat ini tergolong sangat tinggi, bahkan mencapai sekitar 40 ton per hari.
Jumlah tersebut dinilai cukup fantastis untuk ukuran kecamatan dan setara dengan produksi sampah satu kabupaten.
“Untuk itu kita terus memastikan kapasitas TPA ini, apa saja kendalanya, sehingga tidak ada hambatan saat armada pengangkut sampah bekerja,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya maksimal mengangkut limbah rumah tangga yang dihasilkan masyarakat setiap hari.
Namun demikian, Harzul tetap mengingatkan masyarakat agar memiliki kesadaran menjaga kebersihan lingkungan.
“Jangan buang sampah di median jalan yang hanya akan mengganggu ketertiban bersama. Mari biasakan hidup bersih,” pesannya.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.












