DURI – Kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali memburuk di Kabupaten Bengkalis, Riau, Selasa (15/9/2026). Kondisi kualitas udara di Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis sempat mencapai 203 US AQI pada pukul 07.00 WIB dengan polutan utama PM2.5 sebesar 127,2 µg/m³.
Berdasarkan pantauan kualitas udara yang dihimpun KabarDuri.net, angka tersebut masuk kategori Very Unhealthy atau Sangat Tidak Sehat. Kondisi ini menunjukkan paparan polusi udara sudah berada pada tingkat yang perlu mendapat perhatian serius, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak.
Pantauan pada aplikasi IQAir yang ditampilkan sekitar pukul 07.00 WIB mencatat kondisi Duri berada pada suhu 24 derajat Celsius, kecepatan angin sekitar 7 km/jam dan kelembapan 88 persen.

Kualitas udara tersebut kemudian diperkirakan mengalami penurunan secara bertahap sepanjang pagi. Data perkiraan per jam menunjukkan indeks US AQI berada di angka 197 pada pukul 08.00 WIB, 188 pada pukul 09.00 WIB, 177 pada pukul 10.00 WIB, 167 pada pukul 11.00 WIB dan 158 pada pukul 12.00 WIB.
Meski angka tersebut menunjukkan perbaikan dibanding kondisi pukul 07.00 WIB, kualitas udara masih berada pada kondisi yang tidak sehat.
Kabut Asap Karhutla, Siswa di Mandau Dipulangkan Lebih Awal
Memburuknya kondisi kabut asap juga berdampak terhadap aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar di Kecamatan Mandau.
Pada pagi hari, siswa sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP) masih masuk dan mengikuti kegiatan sekolah. Namun, seiring kondisi kabut asap yang semakin terasa dan jarak pandang yang terganggu, sejumlah siswa kemudian dipulangkan lebih awal sekitar pukul 09.00 WIB.
Keputusan tersebut menjadi perhatian karena anak-anak termasuk kelompok yang lebih rentan terhadap dampak paparan polusi udara, khususnya partikel halus PM2.5.
Kondisi udara yang buruk juga membuat aktivitas di luar ruangan perlu dikurangi. Masyarakat di wilayah terdampak asap diimbau lebih memperhatikan kondisi udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.
Kualitas Udara Di Pulau Bengkalis Sangat Tidak Sehat AQI Tembus 223
Sementara itu, kondisi kualitas udara di Pulau Bengkalis pada Selasa siang bahkan tercatat lebih buruk dibandingkan Duri.
Pantauan IQAir sekitar pukul 11.00 WIB menunjukkan kualitas udara di Bengkalis mencapai 223 US AQI dengan polutan utama PM2.5 sebesar 147,5 µg/m³.
Angka 223 tersebut juga berada dalam kategori Very Unhealthy atau Sangat Tidak Sehat.
Pada layar pemantauan IQAir, data kualitas udara Bengkalis tersebut bersumber dari stasiun pemantauan yang tercatat terkait Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak asap tidak hanya dirasakan masyarakat di daratan Duri dan Kecamatan Mandau, tetapi juga wilayah Pulau Bengkalis.
PM2.5 Jadi Polutan Utama
Partikel PM2.5 menjadi polutan utama yang tercatat baik di Duri maupun Bengkalis.
Di Duri, konsentrasi PM2.5 pada pukul 07.00 WIB mencapai 127,2 µg/m³, sedangkan di Bengkalis pada sekitar pukul 11.00 WIB mencapai 147,5 µg/m³.
PM2.5 merupakan partikel berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan. Karena itu, kondisi kualitas udara seperti yang terpantau di dua wilayah Kabupaten Bengkalis tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat.
Masyarakat, khususnya anak-anak, lansia dan kelompok yang sensitif terhadap polusi udara, sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap sedang tebal.
Penggunaan masker yang sesuai dan upaya mengurangi paparan langsung terhadap asap juga penting dilakukan ketika harus beraktivitas di luar rumah.
Karhutla Masih Menjadi Ancaman
Meningkatnya kualitas udara buruk di Duri dan Pulau Bengkalis tidak dapat dilepaskan dari kondisi kabut asap yang terjadi di tengah penanganan Karhutla di sejumlah wilayah Kabupaten Bengkalis.
Kabut asap dapat terbawa angin dari lokasi kebakaran menuju permukiman dan pusat aktivitas masyarakat. Kondisi cuaca, arah angin, kelembapan dan intensitas sumber asap turut memengaruhi kualitas udara yang dirasakan masyarakat.
Pantauan KabarDuri.net pada Selasa (15/9/2026) memperlihatkan bahwa kualitas udara Duri sempat mencapai 203 US AQI pada pagi hari, sementara Pulau Bengkalis tercatat 223 US AQI menjelang siang.
Kondisi tersebut menjadi peringatan bahwa penanganan Karhutla bukan hanya persoalan pemadaman api dan luasan lahan terbakar, tetapi juga berkaitan langsung dengan kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
Masyarakat di wilayah terdampak diharapkan terus memantau perkembangan kualitas udara dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah maupun instansi terkait, terutama apabila kondisi asap kembali memburuk.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.











