DURI – Paus seberat sekitar 4 ton terdampar di perairan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Mamalia laut berukuran raksasa yang diperkirakan memiliki panjang mencapai 8 meter itu ditemukan tersangkut di antara pepohonan bakau kawasan perairan Sungai Bahale, Desa Bente, Rabu (23/9/2026) malam.
Penemuan bangkai mamalia laut tersebut sontak menggemparkan warga setempat. Masyarakat pesisir yang berada di sekitar lokasi tak menyangka menemukan hewan laut berukuran sangat besar di kawasan mangrove tersebut.
Berdasarkan pengamatan awal, sebagian tubuh bangkai sudah terbenam di lumpur, sedangkan bagian lainnya masih terlihat di permukaan dan terjepit di antara rimbunnya pepohonan bakau.
Meski warga menduga kuat hewan tersebut merupakan paus, jenis atau spesiesnya belum dapat dipastikan. Identifikasi lebih lanjut masih diperlukan oleh instansi teknis dan pihak yang memiliki keahlian di bidang kelautan serta konservasi.
Kapolres Indragiri Hilir AKBP Donny Eko Listianto membenarkan adanya laporan penemuan bangkai mamalia laut tersebut. Laporan dari warga diterima sekitar pukul 22.40 WIB.

“Proses identifikasi mendalam belum bisa langsung dilakukan pada malam penemuan karena kendala medan dan penerangan yang sangat minim,” kata Donny.
Menurutnya, petugas mempertimbangkan faktor keselamatan karena lokasi penemuan berada di kawasan yang relatif terisolasi dan jauh dari permukiman warga.
Paus Terjebak di Antara Hutan Bakau di Inhil
Bangkai mamalia laut tersebut ditemukan dalam kondisi kaku dan sebagian besar tubuhnya terjebak di antara vegetasi mangrove.
Kondisi bangkai yang mulai membusuk juga menimbulkan aroma tidak sedap di sekitar lokasi. Keadaan tersebut mengindikasikan bahwa hewan tersebut kemungkinan telah mati beberapa waktu sebelum akhirnya ditemukan warga.
Selain medan yang sulit, keberadaan satwa liar di kawasan mangrove juga menjadi perhatian aparat. Sungai Bahale dan kawasan sekitarnya merupakan habitat berbagai satwa, termasuk buaya muara dan biawak.
Keberadaan bangkai berukuran besar dikhawatirkan dapat menarik satwa pemangsa ke sekitar lokasi dan meningkatkan risiko bagi warga maupun petugas yang melakukan pemeriksaan.
Polisi Koordinasi dengan BKSDA
Polres Indragiri Hilir kemudian berkoordinasi dengan instansi teknis untuk memastikan jenis mamalia laut tersebut sekaligus mengetahui penyebab kematiannya.
“Untuk menangani hal ini, Polres Inhil segera berkoordinasi dengan instansi teknis seperti BKSDA dan dinas kelautan setempat guna memastikan jenis spesies serta penyebab pasti kematiannya,” ujar Donny.
Polisi saat ini memprioritaskan pengamanan lokasi agar masyarakat tidak mendekati bangkai tersebut. Penanganan dan kemungkinan evakuasi akan dilakukan setelah mendapat arahan dari pihak yang berkompeten.
Langkah tersebut juga dilakukan untuk mengantisipasi risiko kesehatan akibat proses pembusukan bangkai.
“Hal ini dilakukan demi mengantisipasi penyebaran bakteri atau bahaya kesehatan yang mungkin ditimbulkan dari proses pembusukan,” jelasnya.
Warga Dilarang Mengambil Bagian Tubuh Bangkai
Aparat mengimbau masyarakat agar tidak mendekati, memotong, mengambil, ataupun membawa bagian tubuh dari bangkai mamalia laut tersebut.
Warga juga diminta tidak melakukan penanganan secara mandiri sebelum tim terkait melakukan pemeriksaan dan identifikasi.
Penemuan mamalia laut raksasa ini kini masih menjadi perhatian di Desa Bente. Kepastian apakah bangkai tersebut benar merupakan paus, jenis spesiesnya, serta penyebab kematiannya masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari instansi yang berwenang.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.












