DURI — Pendakwah kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) memberikan apresiasi sekaligus dukungan moral terhadap program pembinaan keagamaan yang digagas Kepolisian Sektor (Polsek) Tapung Hilir, Kepolisian Resor (Polres) Kampar.
Salah satu program yang mendapat perhatian UAS yakni pendirian dan pengaktifan Rumah Qur’an sebagai sarana pembinaan anak-anak dan generasi muda di wilayah hukum Polsek Tapung Hilir.
Dalam pesan ajakan yang disampaikan bersama Kapolsek Tapung Hilir Iptu Riko Rizki Mazri, S.H., M.H. beserta jajaran, UAS mengimbau masyarakat agar terus mendorong anak-anak untuk aktif mengaji serta mempelajari Al-Qur’an.
UAS juga menekankan pentingnya fasilitas keagamaan yang telah tersedia agar benar-benar dimanfaatkan masyarakat. Menurutnya, Rumah Qur’an dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkuat pendidikan agama sekaligus membentengi moral generasi muda.

“Anak-anak kita yang ada di Tapung Hilir dan sekitarnya, jangan sampai ada yang tidak bisa baca Al-Qur’an, karena sudah dibangunkan Rumah Qur’an,” ujar UAS.
Ajakan tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi orang tua dan masyarakat untuk lebih aktif mengarahkan anak-anak mengikuti kegiatan keagamaan sejak usia dini.
Polsek Tapung Hilir Dorong Pembinaan Berbasis Akhlak
Sementara itu, Kapolsek Tapung Hilir Iptu Riko Rizki Mazri mengatakan, penguatan nilai-nilai keagamaan melalui program Rumah Qur’an merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui pendekatan spiritual dan pembentukan akhlak.
Menurutnya, pembinaan generasi muda tidak hanya berkaitan dengan pendidikan formal, tetapi juga membutuhkan penguatan nilai agama dan moral.
“Alhamdulillah, pendirian Rumah Qur’an ini merupakan bentuk ikhtiar dan wujud rasa syukur kami untuk menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an sejak dini kepada generasi penerus,” kata Iptu Riko.
Ia meyakini keamanan dan ketenteraman masyarakat dapat diperkuat melalui pembentukan karakter serta akhlak generasi muda.
“Kami meyakini bahwa keamanan dan ketenteraman wilayah yang hakiki berawal dari benteng moral dan akhlak yang kokoh. Semoga Rumah Qur’an ini menjadi ladang amal jariyah bagi kita semua serta melahirkan generasi yang bertakwa, berakhlakul karimah, dan cinta tanah air,” tuturnya.
Program pembinaan keagamaan tersebut diharapkan dapat terus berjalan dan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Selain meningkatkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, keberadaan Rumah Qur’an diharapkan menjadi ruang pembinaan karakter bagi anak-anak dan generasi muda di Tapung Hilir.
Dengan kolaborasi antara kepolisian, tokoh agama, orang tua dan masyarakat, program tersebut diharapkan turut menciptakan lingkungan yang kondusif, religius serta memiliki kesadaran hukum yang tinggi di wilayah Tapung Hilir dan sekitarnya.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.














