DURI – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Provinsi Riau Meningkat Hingga saat ini, Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau mencatat sebanyak 27.250 kasus ISPA yang tersebar di 12 kabupaten dan kota.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, mengatakan Kota Pekanbaru menjadi daerah dengan jumlah kasus ISPA tertinggi, yakni mencapai 7.434 kasus.
“Disusul Kabupaten Kampar 3.629 kasus dan Bengkalis 2.964 kasus,” kata Zulkifli, Kamis (7/10/2026).
Selanjutnya, kasus ISPA tercatat di Kota Dumai sebanyak 2.887 kasus, Kabupaten Siak 2.806 kasus, Pelalawan 2.555 kasus, Kuantan Singingi (Kuansing) 1.297 kasus, Indragiri Hulu 1.235 kasus, Kepulauan Meranti 1.188 kasus, Rokan Hulu 908 kasus, Rokan Hilir 205 kasus dan Indragiri Hilir 79 kasus.

Meski terjadi peningkatan kasus, Zulkifli menyebut fasilitas pelayanan kesehatan di daerah terdampak masih mampu menampung dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Untuk menekan dampak kesehatan akibat polusi udara, Diskes Riau terus menggalakkan pembagian masker gratis serta kampanye edukasi kesehatan kepada masyarakat.
“Pemerintah daerah juga menyalurkan makanan tambahan bagi ibu hamil serta balita terdampak, sembari menyiagakan oksigen konsentrator di Puskesmas. Tim Medis Darurat (Emergency Medical Team) di setiap Puskesmas telah diaktifkan penuh untuk mengantisipasi gejolak lonjakan pasien secara mendadak,” ujarnya.
Diskes Riau juga mendirikan posko darurat yang dilengkapi rumah oksigen dan tempat tidur medis untuk menangani pasien dalam kondisi kritis. Upaya tersebut turut melibatkan akademisi perguruan tinggi serta organisasi profesi kesehatan dalam distribusi masker kepada masyarakat, termasuk pengguna jalan.
Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan melakukan deteksi dini. Warga yang mengalami gejala gangguan pernapasan diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
“Kita juga mendorong peningkatan peran serta masyarakat dalam menanggulangi dampak kesehatan yang diakibatkan polusi udara melalui penerapan protokol kesehatan, khususnya terhadap populasi rentan seperti anak, ibu hamil, orang dengan komorbid atau penyakit penyerta, dan lanjut usia,” katanya.
Selain itu, masyarakat diminta memastikan ketersediaan masker yang mampu memberikan perlindungan dari paparan polusi udara.
Zulkifli juga meminta tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan untuk aktif memantau dan melaporkan berbagai penyakit yang diduga berkaitan dengan paparan asap dan polusi udara.
“Tenaga kesehatan kita di faskes kita minta untuk segera melaporkan dan memantau kasus kejadian penyakit yang diakibatkan oleh asap seperti ISPA, iritasi mata, pneumonia, iritasi kulit dan asma ke Dinas Kesehatan kabupaten/kota,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.












