DURI – Diduga kontraktor kabur, proyek perbaikan Jalan Lintas Duri–Rokan Hilir, tepatnya di Simpang Bangko, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, mangkrak selama lebih dari enam bulan.
Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas dari Duri menuju Rokan Hilir maupun sebaliknya mengalami kemacetan parah akibat pemberlakuan sistem buka tutup jalan di lokasi proyek.
Berdasarkan informasi yang dihimpun KabarDuri.net, proyek perbaikan jalan beton yang diduga ditangani Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Riau tersebut hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan dilanjutkan, Selasa (13/10/2026).

Di lokasi perbaikan jalan, tidak terlihat aktivitas pekerja maupun kegiatan pembangunan. Sementara itu, kendaraan yang melintas terpaksa menggunakan satu ruas jalan secara bergantian.
Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan menyampaikan keluhan melalui pesan langsung (DM) Instagram resmi KabarDuri.net. Ia mengaku kondisi jalan tersebut telah mengganggu aktivitas masyarakat, terutama para pengendara dan sopir angkutan barang yang mencari nafkah melalui jalur tersebut.
“Saya mau buat laporan terkait jalan Simpang Bangko, Jalan Medan, Bathin Solapan, Bengkalis menuju Bukit Timah–Ujung Tanjung, Rokan Hilir. Ada pengecoran jalan sepanjang kurang lebih 3 kilometer yang sudah mandek enam bulan. Kata warga setempat kontraktornya kabur. Ke mana kami harus buat laporan?” ungkap warga tersebut kepada KabarDuri.net.
Menurutnya, kondisi jalan yang hanya dapat dilalui satu jalur sering menyebabkan antrean kendaraan mengular panjang. Bahkan, kendaraan bermuatan besar disebut beberapa kali mengalami kecelakaan akibat kondisi jalan yang semakin memburuk.
“Sementara ruas jalan hanya satu, sering kali ada mobil besar terguling dan macet panjang. Belum lagi masalah kecelakaan baru-baru ini,” katanya.
Warga tersebut juga mengungkapkan adanya dugaan kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa seorang pedagang makanan ringan di sekitar lokasi kemacetan.
Ia menambahkan, kondisi ruas jalan yang masih dapat dilalui kendaraan kini juga mulai mengalami kerusakan. Permukaan jalan beton disebut mengalami keretakan dan kemiringan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
“Ruas yang saat ini bisa dilewati pun sudah terbelah jalannya. Makin miring aspal cor itu. Sudah delapan kali mobil muatan besar terguling,” ujarnya.
Menurut warga tersebut, kondisi ini tidak hanya mengancam keselamatan pengendara, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur penghubung Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Rokan Hilir.
“Kasihanlah kami pencari nafkah ini kalau sudah melintas di situ,” keluhnya.
Masyarakat berharap Pemerintah Provinsi Riau melalui dinas terkait segera turun tangan untuk memastikan kelanjutan proyek perbaikan jalan tersebut.
Selain meminta pekerjaan segera dilanjutkan, warga juga mendesak pemerintah mengevaluasi pihak kontraktor pelaksana apabila benar ditemukan adanya penelantaran pekerjaan.
Sementara itu, KabarDuri.net telah berupaya meminta konfirmasi kepada Dinas PUPRKPP Provinsi Riau melalui akun Instagram resminya. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan dari pihak dinas terkait.
Hingga kini, dugaan kontraktor meninggalkan proyek tersebut belum dapat dipastikan karena belum ada keterangan resmi dari pemerintah maupun pihak pelaksana pekerjaan.
Masyarakat berharap persoalan jalan lintas Duri–Rohil segera mendapat perhatian serius sebelum kembali menimbulkan kecelakaan lalu lintas dan korban jiwa.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.












