Lebih lanjut Kasmarni menambahkan momen pergantian tahun bagi umat islam dan masyarakat melayu itu pada umumnya adalah tahun baru hijriyah, namun demikian penanggalan tahun masehi juga harus kita akui dan kita terima, apalagi kalender masehi telah berlaku secara universal dan dipakai di seluruh dunia, termasuk kita masyarakat melayu Kabupaten Bengkalis.
“Dengan Pergantian tahun baru ini merupakan waktu yang tepat untuk kita bermuhasabah, persiapkan diri dengan semangat yang baru untuk bersama-sama kita lanjutkan pembangunan daerah ini, berpartisipasi aktif menuju masa depan yang lebih bermarwah, maju dan sejahtera. Mari kita bersinergi, saling membahu dan bergandeng tangan, bergerak sesuai dengan peran dan fungsi kita masing-masing”, ajaknya.
Bupati perempuan pertama di Kabupaten Bengkalis juga menghimbau khusus kepada Kepala Perangkat Daerah dan ASN Kabupaten Bengkalis, untuk lebih bersemangat dan berazam untuk menyukseskan pembangunan Kabupaten Bengkalis, mengingat masih banyak kegiatan maupun program pemerintah yang membutuhkan dharma bhakti dan karya nyata semua pihak kedepannya.
“Memang ada beberapa program dan kegiatan yang telah terlaksana dengan baik dan telah dinikmati oleh masyarakat, akan tetapi kita jangan terlena dan cepat bangga serta puas dengan segala prestasi terebut. Karena, dapat menyebabkan kita stagnan tidak berkembang, akan tetapi kita perlu terus berpacu dengan waktu.” Pungkas Kasmarni.
Sementara itu, Camat Mandau Riki Rihardi, yang juga Ketua Umum Masjid Besar Arafah Duri, mengucapkan terimakasih karena Kecamatan Mandau ditunjuk untuk menyelenggarakan kegiatan Akbar ini, kami berharap acara keagamaan seperti ini harus dilakukan berkelanjutan di Pemerintah Kabupaten Bengkalis.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















