DURI – Masyarakat diminta lebih berhati-hati terhadap informasi yang beredar di media sosial terkait rekrutmen nasional 30.000 SPPI (Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia) untuk program 80.000 Koperasi Desa Merah Putih, Selasa (17/03/2026).

Informasi tersebut dipastikan tidak benar atau hoaks. Pemerintah memalui Kementerian koperasi Republik indonesia menegaskan bahwa poster rekrutmen yang beredar luas di internet bukan berasal dari kanal resmi pemerintah.
Viral Rekrutmen 30.000 SPPI di Media Sosial
Dalam unggahan media sosial resmi, pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang sumbernya tidak jelas.
Setiap informasi terkait program pemerintah seharusnya hanya diperoleh dari akun resmi kementerian atau lembaga terkait.
Poster yang beredar sebelumnya menyebutkan adanya rekrutmen nasional 30.000 SPPI yang akan dimulai pada Juni 2026, dengan tugas mendukung pengembangan puluhan ribu koperasi desa di seluruh Indonesia. Namun, informasi tersebut telah diberi tanda “HOAX” dan dinyatakan tidak valid.
Masyarakat Diminta Waspada Informasi Palsu
Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tidak ikut menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
“Pastikan informasi yang diterima berasal dari kanal resmi dan terpercaya. Jangan langsung membagikan sebelum dilakukan pengecekan,” demikian imbauan yang disampaikan dalam unggahan tersebut.
Cara Melaporkan Informasi Hoaks
Jika masyarakat menemukan informasi yang mencurigakan atau diduga hoaks, mereka dapat melaporkannya melalui call center 1500587 untuk dilakukan verifikasi lebih lanjut.
Dengan maraknya penyebaran informasi di media sosial, masyarakat diharapkan semakin bijak dan kritis dalam menerima berita agar tidak menjadi korban maupun penyebar hoaks.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

















