KabarDuri, DURI – Dalam rangka memperingati Hari Pohon Sedunia, Rimba Satwa Foundation (RSF) bekerja sama dengan PT Hutama Karya (HK) menggelar seremoni penanaman pohon Untuk di Ruas Tol Pekanbaru-Dumai (Tol Permai), Kamis (21/11), Di Jalan Rangau, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.
Kegiatan ini mengusung tema “Wujudkan Hidup Harmoni Manusia dan Satwa” sebagai wujud kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dan habitat satwa liar, khususnya gajah.

Seketaris Perusahaan PT. Hutama Karya Adjib Al Hakim
Sebanyak 3.000 pohon jeruk nipis akan ditanam di sekitar KM 69, KM,72 dan KM 73 Tol Permai. Jenis pohon ini dipilih karena dikenal tidak disukai oleh gajah, sehingga diharapkan dapat mencegah konflik antara gajah dan manusia di area tersebut.
Selain itu, sekitar terowongan gajah di lokasi tersebut juga akan ditanami 4.000 rumput odot, yang merupakan salah satu pakan favorit gajah.
“Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan ekosistem gajah. Apa yang dilakukan oleh RSF ini sangat kami apresiasi sebagai upaya menjaga harmoni antara manusia dan satwa liar,” ujar Adjib Al Hakim, Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya.
Program penanaman ini juga mencakup pemberian 125 bibit durian montong kepada masyarakat sekitar sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi petani.
Menurut Wishnu Sukmantoro, Program Manager RSF,
“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk melestarikan habitat gajah, tetapi juga menciptakan harmoni yang berkelanjutan antara manusia dan satwa,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, RSF dan Hutama Karya berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan dan kehidupan satwa liar.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi langkah strategis dalam pelestarian lingkungan, tetapi juga menunjukkan kolaborasi nyata antara berbagai pihak dalam menjaga ekosistem.
RSF menekankan bahwa gajah sebagai salah satu satwa kunci memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan alam. Dengan menciptakan habitat yang mendukung kebutuhan gajah, konflik manusia dan satwa dapat diminimalkan.
Selain itu, pemberian bibit durian montong kepada masyarakat sekitar diharapkan dapat menjadi solusi ekonomi jangka panjang.


“Kami ingin memastikan bahwa keberadaan gajah dan masyarakat bisa saling mendukung tanpa saling merugikan. Dengan bibit ini, masyarakat dapat memanfaatkan lahan sekitar untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” jelas Wishnu Sukmantoro.
Adjib Al Hakim menambahkan bahwa program seperti ini harus terus dikembangkan agar manfaatnya terasa lebih luas. “Kami ingin program ini menjadi contoh bagaimana perusahaan dan organisasi lingkungan bisa bekerja sama untuk menjaga warisan alam kita. Tidak hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk generasi mendatang,” ujarnya.
Penanaman pohon dan rumput odot ini menjadi langkah awal dari program jangka panjang yang dirancang untuk mendukung konservasi gajah di kawasan tersebut. Dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, RSF dan Hutama Karya berharap dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan, satwa liar, dan masyarakat setempat.*Ramadhan
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

















