KabarDuri, DURI – Festival Lampu Colok secara resmi dibuka oleh Bupati Bengkalis, Kasmarni, yang di wakili Asisten II Toharudim di halaman Kantor Lurah Talang Mandi, Sabtu (21/12).
Acara ini turut dihadiri, Camat Mandau, Riki Rihardi, Lurah Talang Mandi Benny Syafrullah dan Lurah Sekecamatan Mandau yang bersama-sama menyemarakkan tradisi khas daerah tersebut.

Festival ini diikuti oleh seluruh kelurahan di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Dengan mengusung tema “Melalui Momentum MTQ ke-49 Tingkat Kabupaten Bengkalis, Mari Landaskan Cinta kepada Al-Qur’an untuk Mewujudkan Kabupaten Bengkalis yang Bermarwah, Maju, Sejahtera, serta Unggul di Indonesia”, acara ini diharapkan dapat menjadi pengingat akan pentingnya nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Festival Lampu Colok ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian tradisi budaya Melayu serta ajang untuk memperkuat kebersamaan dan persatuan masyarakat di Kabupaten Bengkalis.
Bupati Kasmarni yang di Wakli Oleh Asisten II Toharudim, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Festival Lampu Colok merupakan salah satu wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga tradisi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat Mandau yang telah berpartisipasi aktif dalam acara tersebut.

“Festival ini bukan hanya soal keindahan lampu colok yang menyinari malam, tetapi juga simbol persatuan, kebersamaan, dan kecintaan kita terhadap nilai-nilai agama dan budaya. Semoga ini menjadi inspirasi untuk terus melestarikan tradisi Melayu dan mengukuhkan identitas Kabupaten Bengkalis,” ujar Asisten II Toharudim.
Camat Mandau Riki Rihardi dalam Sambutannya Festival Lampu Colok ini bukan hanya menjadi ajang hiburan dan kreativitas masyarakat, tetapi juga simbol pelestarian tradisi dan budaya Melayu yang sangat kita banggakan. Melalui tema ‘Melalui Momentum MTQ ke-49 Tingkat Kabupaten Bengkalis, Mari Landaskan Cinta kepada Al-Qur’an untuk Mewujudkan Kabupaten Bengkalis yang Bermarwah, Maju, Sejahtera, serta Unggul di Indonesia’, kita berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat nilai-nilai religius dalam kehidupan kita.

Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, mulai dari pemerintah kelurahan, panitia, hingga masyarakat, yang telah bekerja keras untuk mempersiapkan acara ini. Festival Lampu Colok ini adalah bukti nyata bahwa kebersamaan dan gotong royong mampu melahirkan sesuatu yang luar biasa.
Semoga festival ini berjalan lancar dan sukses. Saya juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum ini sebagai sarana mempererat silaturahmi dan menanamkan rasa cinta terhadap budaya serta nilai-nilai Al-Qur’an,”Tutup Camat Mandau Riki Rihardi.
Festival Lampu Colok yang berlangsung hingga beberapa hari ke depan akan menampilkan kreativitas masyarakat dalam merangkai lampu colok dengan beragam bentuk dan pola yang memukau.

Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya pengunjung yang datang untuk menyaksikan festival ini.
Festival Lampu Colok diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga media untuk memperkuat identitas budaya dan keagamaan masyarakat Kabupaten Bengkalis.*Ramadhan
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

















