DURI – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyempatkan diri mengunjungi kediaman Ustadz Abdul Somad (UAS) di Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, meski memiliki agenda padat di Provinsi Riau.
Hal tersebut diungkapkan Ustadz Abdul Somad melalui akun media sosial resminya. Ia menceritakan, awalnya pertemuan tersebut sempat diragukan terlaksana karena Kapolri dipanggil Presiden.
Namun, setelah pesawat yang membawa Jenderal Listyo mendarat sekitar pukul 21.00 WIB di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Kapolri langsung menuju kediamannya pada Hari Selasa (7/07/2026).
Menurut UAS, semula ia mengira pertemuan itu hanya sebatas silaturahmi singkat. Namun, dialog berlangsung hangat hingga hampir pukul 00.00 WIB.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolri menanyakan pandangan UAS mengenai kondisi masyarakat. Menanggapi pertanyaan itu, UAS menyampaikan tiga hal yang dinilai penting.

Pertama, pemerintah perlu memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, mulai dari harga bahan pokok yang terjangkau, biaya pendidikan yang terjangkau, kemudahan memperoleh pekerjaan setelah lulus sekolah, pelayanan kesehatan yang baik, hingga kenyamanan dalam beribadah.
“Orang lapar, menganggur, sakit, dan kurang beribadah akan lebih mudah marah,” ungkap Ustadz Abdul Somad.
Kedua, UAS menyoroti pentingnya penataan media sosial melalui prinsip “one man one account”. Menurutnya, akun palsu kerap menjadi sarana pelampiasan emosi yang berdampak buruk terhadap kehidupan sosial.
Ketiga, Ustaz Abdul Somad mengingatkan agar pejabat publik berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan di ruang publik.
Ia menilai pernyataan yang keliru dapat memicu kemarahan masyarakat dan berdampak langsung kepada aparat di lapangan.
“Yang berhadapan langsung dengan masyarakat bukan pejabatnya, tetapi anggota Polri. Mereka juga manusia yang memiliki keluarga dan persoalan hidup,” ujarnya.
Selain membahas kondisi sosial, UAS juga mengapresiasi program Green Policing yang saat ini dikembangkan di Riau. Menurutnya, provinsi tersebut telah lama menghadapi persoalan pembalakan hutan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta illegal logging.
Ia berharap program yang menanamkan kepedulian terhadap lingkungan tersebut dapat terus berlanjut meski terjadi pergantian pejabat di lingkungan kepolisian.
UAS juga mendorong agar pendekatan humanis terhadap tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama terus diterapkan secara berjenjang, mulai dari Kapolda, Kapolres hingga Kapolsek.
Di akhir unggahannya, UAS menggambarkan hubungan yang terjalin antara Kapolri dan masyarakat sebagai ikatan yang bersifat personal dan kekeluargaan, bukan sekadar hubungan formal antara aparat dan warga.
“Hubungan personal, kekeluargaan, bukan antara aparat dengan masyarakat. Hubungan yang melekat di hati seperti ini akan menjadi kenangan hingga akhir hayat. Tradisi seperti ini mesti dijaga,” tulis UAS.
Meski pertemuan berlangsung hingga larut malam, Kapolri tetap dijadwalkan menghadiri sejumlah agenda resmi di Provinsi Riau pada keesokan harinya pada Tanggal (08/07/2026).
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.













