KabarDuri, DURI – Bapak Camat Bathin Solapan Muhammad Rusydy, yang terhormat, kami menyampaikan suara hati masyarakat kecil yang suara yang mungkin tidak terdengar di ruang rapat atau tertulis di laporan formal.
Tapi suara ini nyata, tumbuh dari keresahan warga yang Melaporkan Kepada KabarDuri.Net yang setiap hari melihat dampak sosial dari praktik prostitusi yang masih bercokol, khususnya di sepanjang jalur Kilo 7 hingga Kilo 9.

Kami ingin bertanya dengan jujur: apakah wilayah Bathin Solapan benar-benar sudah bersih dari praktik prostitusi?
Ataukah kita hanya bermain di balik retorika penertiban tanpa tindakan yang menyentuh akar persoalan?
Banyak keluarga rusak, banyak istri ditinggal suami, banyak anak kehilangan sosok ayah karena godaan dunia malam yang dibiarkan tumbuh tanpa pengawasan serius.
Ini bukan hanya soal penyakit masyarakat—ini tentang kehancuran moral yang perlahan tapi pasti, mencabut harapan masa depan generasi muda.
Kami tahu Bapak tidak bisa bekerja sendiri. Tapi sebagai pemimpin kecamatan, suara dan sikap Bapak akan sangat menentukan arah kebijakan dan langkah konkret ke depannya.
Jangan biarkan Bathin Solapan dikenal sebagai zona merah yang dibiarkan tumbuh liar.
Tunjukkan bahwa kepemimpinan Bapak berpihak pada nilai, keluarga, dan moralitas.
Kami tidak menuntut kesempurnaan. Kami hanya ingin ada keberpihakan.
Keberpihakan pada keluarga yang ingin hidup tenang, pada anak-anak yang butuh lingkungan sehat, dan pada masyarakat yang rindu wilayahnya bersih dari penyakit sosial.
Bapak Camat, ini bukan sekadar harapan—ini permohonan.
Dengan hormat dan penuh harap,
Suara Masyarakat Kecil yang Tak Ingin Diam.
Pemerintah daerah, khususnya Satpol PP, Dinas Sosial, serta aparat penegak hukum, perlu lebih serius dan konsisten dalam menindak praktik prostitusi di jalur Kilo 7 hingga Kilo 9.
Jangan hanya bergerak saat viral atau saat desakan publik memuncak.
Ini soal moral, soal masa depan, soal menyelamatkan generasi.
Kini waktunya bertanya: mau sampai kapan kita diam?
Saat dikonfirmasi Kabarduri.net kepada Camat Bathin Solapan, Muhammad Rusydy, terkait maraknya warung-warung yang diduga menjadi tempat praktik PSK di sepanjang KM 07 hingga KM 09, hingga berita ini diturunkan, belum ada balasan atau tanggapan dari pihak kecamatan.
Warga kini menanti langkah nyata dari pemerintah, khususnya pihak Kecamatan Bathin Solapan*Ramadhan
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

















