RIAU – Garudayaksa Menang dengan 9 Pemain menjadi sorotan utama setelah tim tamu tersebut mampu menundukkan PSPS Pekanbaru dengan skor tipis 1-0 pada lanjutan Liga 2 Pegadaian di Stadion Kaharuddin Nasution Rumbai, Pada Hari Senin (24/11).
Kemenangan dramatis itu tercipta meski Garudayaksa harus bermain dengan sembilan pemain pada babak kedua, namun tetap tampil agresif dan efektif hingga memastikan tiga poin penuh.
pelatih PSPS, Aji Santoso, murka. Ia menegaskan akan mencoret tiga pemain asing PSPS dari skuad. Ia menyampaikan keputusan itu usai melihat performa buruk para pemain impor yang dinilainya tidak memberikan kontribusi maksimal.

“Yang jelas kami bangga dengan tim ini. Saya lihat sendiri bagaimana suporter tetap mendukung kami meskipun kalah. Mereka ingin kami bangkit. Setelah ini, saya pastikan tiga pemain asing dicoret,” tegas Aji.
Di sisi lain, Garudayaksa tampil lebih dominan sepanjang laga. Meski bermain dengan sembilan pemain pada babak kedua, mereka terus menekan PSPS. Serangan balik yang efektif membuat Garudayaksa membuka gol pada menit ke-80 melalui sundulan Agus Nova yang berdiri bebas saat menyambut tendangan sudut.
Aji Santoso menumpahkan kekecewaannya seusai pertandingan. Ia menilai gol itu seharusnya tidak terjadi karena ia sudah menginstruksikan lini belakang PSPS untuk mewaspadai situasi bola mati.
“Semua kecewa. Kami kalah 0-1 padahal komposisi pemain minim, ada yang sakit, stopper tidak ada cadangan. Tapi dengan kondisi itu kami seharusnya tetap bisa maksimal,” ujarnya.
Pada babak kedua PSPS unggul jumlah pemain. Aji memasukkan Toni untuk memperkuat lini serang, namun gol yang tercipta justru berasal dari kegagalan lini belakang mengantisipasi bola mati.
Terkait kegagalan penalti Alex, Aji menjelaskan bahwa Alex menunjukkan rasa percaya diri untuk mengambil tendangan itu. Toni sebenarnya meminta menjadi eksekutor, tetapi Alex bersikeras mengambil alih.
“Alex percaya diri dan sebelumnya juga pernah berhasil. Masalahnya kali ini tidak masuk, dan inilah sepak bola,” jelas Aji.
Pelatih Garudayaksa FC, Khamid Mulyono, memuji performa timnya yang mampu mempertahankan keunggulan meski bermain dengan dua kartu merah.
Ia pun mengapresiasi Everton yang menjadi pahlawan setelah menggagalkan penalti PSPS.
“Alhamdulillah anak-anak tampil luar biasa. Meskipun dua pemain kami kena kartu merah, mereka tetap bisa mengendalikan emosi. Everton jadi penyelamat karena di latihan ia memang sering berlatih menghadapi penalti,” kata Khamid.
Kemenangan ini memperkokoh posisi Garudayaksa FC di puncak klasemen Liga 2 Pegadaian dengan 27 poin. Sementara PSPS Pekanbaru tetap berada di posisi delapan setelah gagal meraih poin di kandang sendiri.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















