DURI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, keluhan datang dari seorang wali murid di Kota Duri, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, yang mengaku menemukan diduga puntung rokok di dalam kemasan roti MBG yang dibagikan kepada siswa sekolah, Rabu (28/1/2026).
Keluhan tersebut pertama kali diunggah oleh akun Facebook bernama Charles Property, yang mengaku sebagai orang tua dari salah satu siswa penerima program MBG.
Dalam unggahannya, ia menyampaikan keprihatinan dan kekecewaan mendalam atas kondisi makanan yang diterima anaknya sepulang sekolah.

Menurut penuturannya, roti yang dikemas dalam plastik tersebut awalnya hendak dikonsumsi oleh sang anak. Namun setelah diperiksa, ia menemukan adanya puntung rokok di dalam kemasan, sehingga makanan tersebut dinilai tidak layak konsumsi dan berpotensi membahayakan kesehatan.
“Kami sangat kecewa. Ini makanan untuk anak-anak sekolah, seharusnya kebersihan dan keamanannya dijaga sangat ketat,” tulisnya dalam unggahan yang kini ramai diperbincangkan warganet.
Dalam pernyataan terbukanya yang ditujukan kepada pihak penyedia MBG dan pabrik roti, ia meminta agar dilakukan evaluasi serius terhadap proses produksi dan distribusi makanan. Ia juga menyoroti pentingnya penguatan quality control, mulai dari bahan baku, proses produksi, pengemasan, hingga pendistribusian ke sekolah-sekolah.
Selain itu, ia berharap penyedia program MBG lebih selektif dalam memilih vendor, agar makanan yang diterima para siswa benar-benar terjamin kebersihan, mutu, dan keamanannya.
Unggahan tersebut pun langsung menyita perhatian warganet. Banyak netizen mendesak agar pihak terkait segera turun tangan, melakukan klarifikasi, serta melakukan pembenahan menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di lapangan.
Sementara itu, KabarDuri.net telah mengonfirmasi persoalan tersebut kepada Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Bengkalis, Firman. Saat dikonfirmasi, Firman mengatakan pihaknya masih melakukan penelusuran terkait asal-usul roti tersebut.
“Kita sedang telusuri, Pak. Apakah ini dari SPPG atau bukan, masih kita cek. Soalnya roti yang dari SPPG itu bukan seperti ini yang dibagikan, Pak,” ujar Firman kepada KabarDuri.net.
Firman menegaskan, pihaknya saat ini masih memastikan apakah roti yang dipermasalahkan tersebut benar-benar berasal dari SPPG atau justru dari pihak lain di luar SPPG.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

















