DURI – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026, menghadirkan warna baru dalam tren dekorasi rumah. Tahun ini dikenal sebagai Tahun Shio Kuda Api, yang melambangkan energi besar, semangat, ambisi, serta perubahan cepat, Jum’at (13/02/2026).
Nuansa tersebut tercermin kuat dalam berbagai pilihan dekorasi yang kini banyak diburu masyarakat, baik di toko konvensional maupun platform belanja daring.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang cenderung meriah dengan banyak ornamen, tren dekorasi Imlek 2026 justru bergerak ke arah yang lebih sederhana namun tetap sarat makna. Konsep minimalis dan fungsional menjadi pilihan utama, terutama bagi masyarakat yang tinggal di hunian modern dan rumah bergaya minimalis.
Salah satu tren paling menonjol adalah penggunaan aksen Shio Kuda Api. Ornamen berbentuk kuda dengan sentuhan elemen api menjadi simbol yang paling banyak dicari. Kuda melambangkan kebebasan, kekuatan, dan keberanian melangkah maju, sementara unsur api merepresentasikan semangat yang membara dan transformasi. Tempelan pintu bergambar kuda api, hiasan dinding artistik, hingga ornamen gantung berbentuk siluet kuda kini menjadi produk favorit menjelang Imlek.
Selain simbol shio, pemilihan warna juga menjadi perhatian utama. Warna merah klasik tetap mendominasi sebagai lambang keberuntungan dan kebahagiaan.

Namun, pada Imlek 2026, muncul variasi warna yang lebih modern dan berkarakter. Merah Vermilion menjadi pilihan populer karena melambangkan gairah dan energi positif. Abu-abu mulai digunakan sebagai simbol kebijaksanaan dan keseimbangan dalam mengambil keputusan. Warna biru pun hadir sebagai representasi ketenangan dan stabilitas, sementara aksen teal direkomendasikan sejumlah desainer interior untuk menciptakan suasana yang lebih harmonis di dalam rumah.
Konsep “less is more” semakin terasa dalam tren dekorasi tahun ini. Banyak keluarga memilih satu lampion besar yang elegan sebagai pusat perhatian ruang tamu dibandingkan memasang banyak lampion kecil. Tanaman khas Imlek seperti bunga mei hua, anggrek, atau jeruk mandarin dalam pot cantik juga menjadi alternatif dekorasi yang dinilai lebih segar dan bermakna. Pendekatan ini dinilai lebih rapi, estetik, dan sesuai dengan gaya hidup praktis masyarakat urban.
Menariknya, sentuhan pop culture juga ikut mewarnai tren dekorasi Imlek 2026. Di media sosial, sempat viral penggunaan karakter populer seperti Draco Malfoy dari serial Harry Potter sebagai elemen dekorasi unik. Kreasi tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda semakin kreatif dalam memadukan tradisi dengan budaya populer, tanpa meninggalkan makna utama perayaan Imlek itu sendiri.
Selain membeli ornamen jadi, tren DIY (Do It Yourself) tetap menjadi pilihan favorit banyak keluarga. Lampion buatan sendiri dari kertas merah, hiasan gantung dari angpao bekas, hingga kaligrafi huruf Fu yang dibuat bersama anak-anak menjadi aktivitas yang mempererat kebersamaan keluarga. Dekorasi personal ini dinilai lebih hangat dan penuh nilai emosional.
Dengan adanya libur nasional yang dimulai pada 17 Februari 2026, masyarakat memiliki waktu lebih panjang untuk mempersiapkan dan menata dekorasi rumah. Perpaduan tradisi Shio Kuda Api dan sentuhan modern minimalis menjadikan Imlek 2026 terasa lebih segar, bermakna, dan tetap relevan dengan gaya hidup masa kini.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

















