DURI – Tunjangan Hari Raya (THR) selalu menjadi momen yang paling dinanti para pekerja menjelang Idulfitri. Tambahan penghasilan ini kerap dianggap sebagai “angin segar” untuk memenuhi berbagai kebutuhan Lebaran, mulai dari belanja pakaian baru, menyiapkan hidangan khas, hingga berbagi dengan keluarga di kampung halaman, Rabu (4/03/2026).
Namun di tengah euforia tersebut, muncul pertanyaan yang hampir selalu berulang setiap tahun: sebaiknya THR digunakan untuk melunasi hutang terlebih dahulu atau langsung dibelanjakan untuk kebutuhan Lebaran?
Bagi sebagian orang, THR sering kali langsung habis dalam hitungan hari karena tergoda diskon besar dan tren musiman.

Padahal, tanpa perencanaan yang matang, kebiasaan ini bisa menimbulkan persoalan baru setelah Lebaran usai. Tagihan yang belum terbayar dan pengeluaran tak terkontrol dapat membuat kondisi keuangan menjadi tidak stabil di bulan berikutnya.
Mengutamakan pembayaran hutang menjadi langkah yang lebih aman, terutama jika cicilan tersebut memiliki jatuh tempo dalam waktu dekat.
Dengan melunasi atau setidaknya mengurangi beban hutang menggunakan THR, seseorang bisa merayakan Lebaran dengan perasaan lebih tenang tanpa dibayangi kewajiban yang menumpuk. Beban pikiran berkurang, arus keuangan pun lebih terkendali setelah momen hari raya berlalu.
Meski demikian, kebutuhan Lebaran tetap menjadi bagian penting dari tradisi. Membeli pakaian baru atau menyiapkan sajian istimewa untuk keluarga merupakan kebahagiaan tersendiri yang sulit dipisahkan dari suasana Idulfitri.
Oleh karena itu, pendekatan yang seimbang menjadi pilihan yang bijak. THR dapat dibagi secara proporsional antara kewajiban dan kebutuhan perayaan, sehingga tidak ada yang terabaikan.
Perencanaan sederhana sebelum menerima THR sangat membantu dalam menentukan prioritas.
Menyusun daftar kebutuhan, memperkirakan jumlah pengeluaran, serta menetapkan batas belanja bisa mencegah pengeluaran berlebihan.
Selain itu, menyisihkan sebagian dana untuk tabungan atau dana cadangan juga penting agar kondisi keuangan tetap aman setelah Lebaran.
Pada akhirnya, pengelolaan THR yang cerdas bukan tentang menahan diri sepenuhnya dari belanja, melainkan tentang menentukan skala prioritas.
Mendahulukan kewajiban, mengatur kebutuhan, dan mengendalikan keinginan akan membuat perayaan Idulfitri tetap meriah tanpa meninggalkan beban finansial di kemudian hari.
Dengan langkah yang tepat, THR benar-benar menjadi berkah, bukan sumber masalah baru setelah hari kemenangan usai.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















