DURI – Kebakaran hebat melanda Asrama Putra Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Syekh Burhanuddin di Desa Kuntu Darussalam, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau, Senin (10/8/2026) malam sekitar pukul 21.05 WIB.
Amukan si jago merah menghanguskan sebanyak 290 bilik atau kamar asrama santri yang seluruhnya berbahan kayu dengan ukuran sekitar 2 x 2 meter.

Bangunan tersebut ludes terbakar dan menyisakan puing-puing akibat kobaran api yang dengan cepat merambat dari satu kamar ke kamar lainnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Saat kebakaran mulai membesar, sebanyak 786 santri diketahui sedang berada di masjid pondok untuk melaksanakan salat Isya berjamaah yang kemudian dilanjutkan dengan zikir dan doa.
Api Pertama Kali Diketahui Dua Santri
Kobaran api pertama kali diketahui oleh dua santri berusia 14 tahun, Furqon dan Wahid. Keduanya secara kebetulan sedang melintas di sekitar kawasan asrama ketika melihat api mulai membesar.
Informasi tersebut kemudian dengan cepat disampaikan kepada pihak pondok dan warga sekitar. Masyarakat bersama petugas pemadam kebakaran langsung bergerak melakukan upaya pemadaman.
Material bangunan yang mayoritas terbuat dari kayu membuat api dengan cepat membesar dan merambat ke kamar-kamar lainnya. Petugas bersama warga berjibaku memadamkan kobaran api hingga situasi dapat dikendalikan.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menyebabkan ratusan santri kehilangan tempat tinggal sementara dan seluruh barang yang berada di dalam kamar turut terdampak.
Bupati Kampar Tinjau Lokasi Kebakaran
Sehari setelah kejadian, Selasa (11/8/2026), Bupati Kampar Ahmad Yuzar turun langsung meninjau lokasi kebakaran untuk melihat kondisi asrama dan para santri yang terdampak.
Pemerintah Kabupaten Kampar bersama BPBD dan Dinas Sosial juga telah mendirikan tenda darurat di sekitar lokasi sebagai tempat penampungan sementara bagi para santri.
Selain tempat perlindungan sementara, bantuan logistik turut disalurkan untuk memenuhi kebutuhan ratusan santri yang terdampak musibah kebakaran.
Pemerintah daerah memastikan penanganan pascakebakaran dilakukan secara bertahap, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar para santri sembari melakukan pendataan terhadap kerusakan yang ditimbulkan.
Kebakaran ini menjadi perhatian serius karena menghanguskan 290 kamar asrama santri dalam waktu singkat. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih perlu ditelusuri lebih lanjut oleh pihak terkait.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.












