DURI – Kebakaran lahan di Jalan Tegar, RT 05/RW 17, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, meluas hingga sekitar 20 hektare. Di tengah proses pemadaman dan pendinginan, tim gabungan kembali menemukan titik api baru sekitar 500 meter dari lokasi yang sedang ditangani, Rabh (9/9/2026).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkalis, Salman, saat dikonfirmasi KabarDuri.net membenarkan bahwa penanganan kebakaran masih berlangsung di lapangan.
Berdasarkan laporan PUSDALOPS-PB BPBD Kabupaten Bengkalis, luas lahan yang terdampak kebakaran sebelumnya diperkirakan sekitar 15 hektare. Namun, hingga Rabu, luasnya bertambah sekitar 5 hektare sehingga mencapai kurang lebih 20 hektare.

Dari total luasan tersebut, tim gabungan telah melakukan pemadaman dan pendinginan pada sekitar 16,5 hektare, sedangkan sekitar 3,5 hektare lainnya dilaporkan sudah padam.
Kebakaran terjadi di lahan dengan karakteristik tanah gambut yang ditumbuhi perkebunan sawit dan semak belukar.
Tim menghadapi kondisi kebakaran yang tidak hanya terjadi di permukaan. Api juga ditemukan menjalar dan bertahan di dalam tanah gambut.
Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama karena bara di bawah permukaan dapat kembali memunculkan asap maupun titik api.
Hingga laporan terakhir, di lokasi masih ditemukan sejumlah titik asap. Tim gabungan terus melakukan pendinginan untuk memastikan bara api benar-benar padam.
Situasi semakin menantang setelah petugas menemukan titik baru yang kembali menyala sekitar 500 meter dari lahan yang sebelumnya sedang dilakukan pendinginan.
Temuan tersebut langsung menjadi perhatian tim di lapangan agar api tidak berkembang dan meluas ke kawasan lainnya.
Pemadaman dan pendinginan terhadap titik-titik yang masih mengeluarkan asap maupun api akan kembali dilanjutkan pada Rabu (9/9/2026).
Sebanyak 24 personel gabungan dikerahkan untuk menangani kebakaran lahan tersebut.
Personel terdiri dari BPBD: 9 orang,TNI: 10 orang, Polri: 5 orang
Untuk mendukung operasi pemadaman, BPBD Kecamatan Mandau mengerahkan satu unit mini striker, enam roll selang dan dua unit nozzle.
Sumber air untuk pemadaman berasal dari kanal yang berada sekitar 5 meter dari lokasi kebakaran.
Dalam proses pemadaman, tim gabungan masih menghadapi sejumlah kendala. Angin yang bertiup cukup kencang menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi penyebaran api.
Selain itu, keterbatasan sumber air juga menjadi kendala bagi Satgas dalam melakukan pemadaman dan pendinginan secara maksimal.
Kondisi lahan gambut turut menjadi tantangan karena api dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan berpotensi kembali muncul setelah api di permukaan terlihat padam.
Tim Satgas darat yang terdiri dari BPBD, TNI dan Polri terus melakukan koordinasi serta penanganan di lokasi.
Upaya difokuskan pada pemadaman titik api yang masih aktif dan pendinginan area yang telah terbakar guna mencegah munculnya kembali bara api.
Dengan ditemukannya titik api baru sekitar 500 meter dari lokasi utama, petugas harus memastikan seluruh area terdampak dapat ditangani agar kebakaran tidak semakin meluas.
Hingga Selasa, proses pemadaman dan pendinginan masih berlangsung. Tim gabungan dijadwalkan kembali melanjutkan operasi pada hari berikutnya.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.











