DURI – Tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Kepolisian Resor Inhil, TNI dan pemerintah setempat evakuasi seekor mamalia laut yang diduga merupakan bangkai paus di perairan Sungai Bahale, Desa Bente, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, Jumat (25/9/2026).
Evakuasi dilakukan sekitar pukul 11.30 WIB untuk mengamankan bangkai satwa tersebut agar tidak kembali bergeser akibat terbawa arus laut.
Bangkai Paus di Inhil Dipindahkan ke Perairan Menteban
Proses evakuasi melibatkan Tim Perlindungan dan Pelestarian KKP Sefrianto Permana dan Ignatius Trihantoro, Pengawas KKP Wahyuri Purnamasari, Camat Mandah Idrus, serta personel Polsek Mandah dan Koramil 08 Mandah.
Petugas kemudian memindahkan bangkai mamalia laut dari perairan Sungai Bahale menuju perairan Menteban pada koordinat 0.0068661, 103.5618265.

Untuk memastikan bangkai tidak kembali terseret arus, petugas mengikatnya menggunakan tali pada vegetasi bakau di tepian pantai.
Selain mengamankan lokasi, tim teknis KKP melakukan pengukuran dimensi fisik atau morfometri terhadap satwa tersebut. Petugas juga mengambil sampel darah untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium.
Kapolres Indragiri Hilir AKBP Donny Eko Listianto melalui Kapolsek Mandah IPTU Indra Jaya mengatakan, personel kepolisian dikerahkan untuk membantu proses evakuasi sekaligus menjaga keamanan di sekitar lokasi.
Menurutnya, pengamanan diperlukan agar proses pemeriksaan dan pengambilan sampel oleh tim teknis dapat berlangsung dengan aman dan tertib.
“Kegiatan ini dilakukan secara bersama-sama dengan tim Kementerian Kelautan dan Perikanan serta unsur pemerintah, TNI dan masyarakat untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman dan tertib. Selanjutnya, hasil pemeriksaan dan identifikasi dari tim terkait akan menjadi dasar informasi lebih lanjut mengenai jenis serta kondisi hewan tersebut,” ujar IPTU Indra Jaya, Jumat (25/9/2026).
Warga Diminta Tidak Mendekati Bangkai
Iptu Indra Jaya juga mengimbau masyarakat, khususnya warga pesisir, agar tidak mendekati ataupun melakukan tindakan sendiri terhadap bangkai mamalia laut tersebut.
Masyarakat diminta menyerahkan seluruh proses penanganan dan penelitian kepada instansi yang memiliki kewenangan.
Tim KKP masih melakukan identifikasi berdasarkan hasil pengukuran morfometri dan pemeriksaan sampel darah. Hasil pengujian nantinya akan menjadi dasar untuk memastikan spesies satwa tersebut sekaligus memperkirakan penyebab kematiannya.
Informasi resmi mengenai hasil identifikasi akan disampaikan setelah seluruh tahapan pemeriksaan dan pengujian sampel selesai dilakukan.
Pengamanan di sekitar perairan Menteban juga tetap dilakukan hingga seluruh rangkaian pemeriksaan teknis terhadap bangkai satwa tersebut rampung.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.













