“Yang bersangkutan tidak meninggal di dalam tempat hiburan, melainkan di bagian depan yang tertutup,” jelas Hardi, Jumat (11/4/2025).
Isu yang menyebut korban meninggal karena overdosis narkoba pun dibantah oleh pihak kepolisian.
Dugaan itu mencuat usai muncul informasi bahwa dari mulut korban keluar busa putih. Namun hasil pemeriksaan awal tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan ataupun penggunaan narkoba.
“Atas nama pribadi dan institusi Polres Dumai, saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum. Kami tegaskan, korban tidak meninggal karena kekerasan ataupun overdosis,” tegas Kapolres.
Tim Kedokteran Kepolisian dari Polda Riau, yang dipimpin AKBP Supriyanto bersama dokter spesialis forensik dr Mohammad Tegar, telah melakukan pemeriksaan terhadap jenazah Bripka SS.
“Autopsi tengah dilakukan, dan hingga saat ini tidak ditemukan tanda kekerasan maupun indikasi penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (NAPZA),” ujar dr Tegar.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















