Dijelaskan Kadiskes, beberapa gejala Hepatitis terhadap anak-anak yang terjadi di antaranya banyak yang melaporkan, seperti, penyakit kuning, sakit perut, diare, urine dengan warna kecoklatan seperti air teh, nyeri atau rasa tidak nyaman diperut, mual dan muntah, masalah perut, dan warna feses pucat. Untuk itu perlu kewaspadaan dan penanganan segera jika ditemukan gejala seperti yang disebutkan.
“Kita memang masih memantau kepada Diskes Kabupaten Kota gejala yang ada, dan tentu dengan hasil diagnosa laboratorium. Masyarakat tidak usah panik, karena sampai hari ini masih dalam pemantauan kita. Intinya jangan sampai kasus ini menyebar, dengan mewaspadai gejala yang ada dan segera berobat,” ungkap Kadiskes.
“Hepatitis ini dari virus juga, hanya saja tidak seperti covid dari pernapasan, ini lebih kepada cairan, serum makanan minuman dan daeah penularan. Tetap mewaspadai dengan menjaga kesehatan dan kebersihan,” tambahnya lagi.
Sementara itu, dari SE Kemenkes yang beredar berisi, Badan Kesehatan Dunia (WHO), telah menerima laporan pada 5 April 2022 dari Inggris Raya mengenai 10 kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute hepatitis of unknown aetiology ) pada anak-anak usia 11 bulan-5 tahun pada periode Januari hingga Maret 2022 di Skotlandia Tengah.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















