RIAU – BMKG Pekanbaru kembali mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau.
Berdasarkan pantauan satelit pada pukul 23.00 WIB, terdeteksi 156 titik panas (hotspot) di wilayah Riau, dari total 466 hotspot yang tersebar di seluruh Sumatera, Jumat, (25/07/2025).
Tim Satgas mencatat Rokan Hilir sebagai wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yaitu 68 titik. Setelah itu, Rokan Hulu mencatat 42 titik, Pelalawan 14 titik, Bengkalis 8 titik, Kampar 6 titik, dan Indragiri Hilir sebanyak 5 titik
Selain itu, beberapa titik panas juga terpantau di Kepulauan Meranti, Kota Dumai, Kuantan Singingi, Siak, Indragiri Hulu, serta Kota Pekanbaru, meskipun jumlahnya lebih sedikit.

Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Bella R.Adelia menekankan, meski atmosfer cukup lembap dan peluang hujan masih terbuka, lonjakan hotspot menunjukkan potensi karhutla tetap mengancam.
“Kondisi atmosfer yang cukup lembap memungkinkan terjadinya hujan, tetapi titik panas tetap tinggi sehingga potensi karhutla masih ada,” ujarnya.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah rawan agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, karena tindakan itu dapat memicu kebakaran meluas.
Selain imbauan kepada masyarakat, Bella juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam upaya mitigasi dan pencegahan karhutla, termasuk kesiapsiagaan dari aparat desa, perusahaan, dan pemerintah daerah.
“Langkah pencegahan dini dan patroli lapangan harus terus dilakukan secara konsisten, terutama di wilayah dengan sebaran titik panas tinggi seperti Rokan Hilir dan Rokan Hulu,” tambahnya.
Dengan kondisi cuaca yang dinamis dan masih berpeluang terjadi hujan di beberapa wilayah, BMKG tetap mendorong semua pihak untuk tidak lengah terhadap ancaman karhutla, terutama selama musim kemarau berlangsung.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

















