DURI – Kondisi Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, yang sebelumnya mulus kini menjadi sorotan Masyarakat setelah adanya pekerjaan Galian jaringan fiber optik milik Telkom.
Bekas galian di sejumlah titik diduga diperbaiki asal jadi sehingga menimbulkan permukaan jalan tidak rata dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Padahal, sebelum proyek penggalian tersebut berlangsung, kondisi Jalan Sudirman, khususnya dari kawasan depan Masjid Jami’ hingga Mancy, terpantau mulus tanpa kerusakan berarti.
Namun, kondisi itu berubah setelah adanya aktivitas penggalian untuk pemasangan jaringan kabel fiber optik di sepanjang Masjid Jami hingga Mancy.

Berdasarkan pantauan langsung KabarDuri.net pada Senin (19/10/2026), sejumlah titik bekas galian terlihat hanya ditutup menggunakan material kerikil dan lapisan aspal hitam. Hasil perbaikannya tampak tidak rata dengan permukaan jalan semula.
Bahkan, di beberapa lokasi terlihat gundukan material aspal yang menonjol dari badan jalan. Sementara itu, bagian lainnya diduga mengalami penurunan akibat pemadatan tanah yang kurang maksimal.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan dan pengawasan terhadap proyek penggalian jaringan telekomunikasi di salah satu ruas jalan utama Kota Duri.
Jalan Pusat Aktivitas Masyarakat Kini Berpotensi Membahayakan
Jalan Jenderal Sudirman merupakan salah satu jalur vital yang setiap hari dilalui masyarakat Kota Duri.
Ruas jalan tersebut menjadi akses utama bagi warga yang hendak menuju pasar, sekolah, tempat kerja, pusat perbelanjaan, fasilitas kesehatan hingga rumah sakit.
Dengan tingginya aktivitas kendaraan, pekerjaan penggalian dan pemulihan badan jalan semestinya dilakukan secara maksimal agar tidak mengganggu keselamatan pengguna jalan.
Sayangnya, kondisi bekas galian yang ditemukan KabarDuri.net justru memperlihatkan permukaan jalan yang tidak merata.
Pada salah satu titik di kawasan pusat Kota Duri, tepatnya sekitar akses Mandau City, terlihat tambalan aspal berwarna hitam yang menonjol di tengah badan jalan.
Tambalan tersebut berada tidak jauh dari marka penyeberangan pejalan kaki atau zebra cross yang setiap hari dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat.
Di lokasi lainnya, material aspal tampak menumpuk dengan permukaan kasar dan tidak menyatu secara merata dengan badan jalan lama.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, sebagian bekas galian juga terlihat mengalami penurunan ketika dilintasi kendaraan pribadi. Kondisi ini menimbulkan dugaan bahwa proses pemadatan material timbunan belum dilakukan secara optimal.
Jika dibiarkan, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat membahayakan pengendara sepeda motor, terutama ketika melintas pada malam hari maupun saat hujan.
Laporan Dugaan Korban Laka Akibat Bekas Galian
Persoalan bekas galian jaringan fiber optik ini bukan sekadar menyangkut kenyamanan berkendara.
Pada Sabtu (17/10/2026), KabarDuri.net menerima laporan mengenai dugaan adanya pengguna jalan yang menjadi korban akibat kondisi bekas galian yang mengalami penurunan.
Informasi awal yang diterima menyebutkan bahwa permukaan bekas galian tanah turun ke bawah sehingga berpotensi menyebabkan pengendara kehilangan keseimbangan ketika melintas.
Siapa Kontraktor Pelaksana Proyek Galian Fiber Optik?
Hingga Senin (19/10/2026), KabarDuri.net masih berupaya menelusuri identitas perusahaan kontraktor yang melaksanakan pekerjaan penggalian jaringan fiber optik yang disebut milik Telkom tersebut.
Belum diketahui secara pasti perusahaan yang menjadi pelaksana pekerjaan, mekanisme penunjukannya, maupun pihak yang bertanggung jawab terhadap pemulihan kondisi badan jalan.
Selain itu, masih perlu dipastikan apakah pekerjaan penggalian tersebut telah mengantongi izin pemanfaatan ruang jalan serta memenuhi seluruh persyaratan teknis dari instansi berwenang.
KabarDuri.net juga masih berupaya memperoleh penjelasan dari pihak Telkom maupun instansi terkait mengenai standar pekerjaan dan tanggung jawab pemulihan jalan setelah pemasangan jaringan fiber optik.
Kondisi ini menjadi sorotan karena pembangunan infrastruktur telekomunikasi seharusnya berjalan seiring dengan perlindungan keselamatan masyarakat dan pemeliharaan fasilitas umum.
Pembangunan jaringan internet memang diperlukan untuk meningkatkan layanan telekomunikasi. Namun, pelaksanaannya tidak seharusnya mengorbankan kualitas infrastruktur jalan yang telah dibangun menggunakan anggaran publik.
Masyarakat tentu berharap kondisi Jalan Sudirman yang sebelumnya mulus dapat dikembalikan seperti semula, bukan justru meninggalkan tambalan bergelombang dan titik-titik yang berpotensi membahayakan pengendara.
KabarDuri.net akan terus menelusuri pihak kontraktor pelaksana serta meminta tanggapan pihak terkait mengenai kualitas perbaikan bekas galian fiber optik di pusat Kota Duri.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.












