kabarDuri, DURI – Kepala Balai Taman Tesso Nilo (BTN Tesso Nilo) diancam secara terbuka oleh pihak tidak dikenal yang diduga terlibat dalam aktivitas perambahan hutan Tesso Nilo.
Ancaman itu muncul dalam bentuk coretan di dinding kantor BTN, dengan kalimat provokatif: “Cabut laporanmu atau kepalamu kami cabut.”
Ancaman terhadap petugas konservasi ini menjadi bukti nyata bahwa tekanan terhadap penjaga kawasan konservasi semakin meningkat, seiring dengan kuatnya kepentingan oknum perambah yang mencoba merusak kawasan hutan konservasi Riau.

Melalui akun resmi Instagram @btn_tessonilo, pihak Balai Tesso Nilo langsung memberikan pernyataan tegas. Mereka menegaskan bahwa BTN tidak pernah membiarkan kerusakan hutan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab yang merambah kawasan secara ilegal.
“Kami tidak pernah membiarkan Taman Nasional Tesso Nilo dirusak oleh oknum-oknum perambah,” tulis mereka dalam unggahan resmi.
BTN juga mengungkap bahwa petugas sering menghadapi intimidasi hingga kekerasan fisik saat melakukan pengawasan. Namun mereka tetap istiqomah menjalankan tugas sebagai bentuk amanah untuk menjaga lingkungan hidup dan hutan yang menjadi paru-paru dunia.
“Sabar dan istiqomah adalah kunci kami”
Insiden ini menambah daftar panjang ancaman terhadap aktivis lingkungan dan petugas konservasi di Indonesia, terutama di kawasan rawan konflik seperti hutan Sumatera.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















