Namun, korban tidak kunjung pulang, sehingga istri korban melapor ke kepala Desa Tameran dan Babinkamtibmas untuk meminta bantuan pencarian terhadap korban.
Kepala Desa Tameran Arifin dan Babinkamtibmas langsung menurunkan anggota untuk menyusuri area yang dilalui korban.
“Setelah pencarian yang cukup lama, akhirnya sekitar pukul 15.00 Wib sore kemarin, mayat korban ditemukan di dalam parit tak jauh dari rumahnya yang mengapung,”ujarnya.
Dari informasi korban berinisial E memiliki riwayat penyakit ayan/sawan babi, juga dikenal sebagai epilepsi.
Penyakit ini mungkin menjadi faktor yang berkontribusi terhadap kematiannya. Dengan kematian ini pihak keluarga korban merasa sangat terpukul dengan kejadian ini.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















