DURI – Asap kembali terlihat menyelimuti sejumlah wilayah di Kota Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau. Kondisi tersebut berkaitan dengan proses penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang hingga kini masih dilakukan tim gabungan di wilayah Mandau.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkalis, Salman, saat dikonfirmasi terkait kondisi asap di Kota Duri menegaskan bahwa sejumlah titik karhutla di Kecamatan Mandau masih dalam tahap pendinginan.
“Iya, wilayah Mandau masih pendinginan. Kondisi gambut dan akar pohon yang terbakar kemarin,” ujar Salman saat dikonfirmasi KabarDuri.net
Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Bengkalis, penanganan karhutla di Kecamatan Mandau hingga Sabtu, 4 September 2026, masih berlangsung. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di Jalan Tegar, Kanal Cipto, dekat Kanal Atiam, Kelurahan Pematang Pudu.
Lokasi tersebut telah memasuki hari kesembilan penanganan. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 13 hektare, setelah sebelumnya sekitar 10 hektare dan mengalami penambahan kurang lebih 3 hektare.
Dari luasan tersebut, sekitar 8 hektare telah dilakukan pemadaman dan pendinginan, sementara sekitar 5 hektare dilaporkan sudah padam.
Karhutla terjadi di lahan gambut dengan vegetasi berupa semak belukar dan pohon sawit. Api sebelumnya membakar bagian atas permukaan lahan sekaligus merambat ke dalam tanah gambut.

Kondisi inilah yang membuat proses penanganan tidak cukup hanya dengan memadamkan api di permukaan. Tim masih harus melakukan pendinginan untuk memastikan bara dan titik panas di dalam gambut maupun akar pohon benar-benar tidak kembali menyala.
Asap Masih Terlihat Di Duri
Dalam laporan BPBD Bengkalis, kondisi api di lokasi tersebut dinyatakan sudah padam. Namun, asap masih terlihat dan proses pendinginan tetap dilakukan.
Salah satu kendala yang dihadapi petugas adalah angin yang bertiup cukup kencang. Kondisi tersebut berpotensi membuat bara api kembali muncul, terutama pada lahan gambut yang masih menyimpan panas di bagian bawah permukaan.
Selain itu, akses menuju lokasi juga menjadi tantangan bagi petugas karena jalur menuju titik kebakaran sulit dilalui kendaraan roda empat.
Untuk mendukung proses pemadaman dan pendinginan, tim menggunakan sumber air dari kanal dengan jarak sekitar 5 hingga 100 meter dari titik kebakaran.
Tim Gabungan Masih Bertahan
Sebanyak 15 personel gabungan diterjunkan dalam penanganan di lokasi tersebut. Mereka terdiri dari lima personel BPBD Pos Mandau, empat personel Manggala Agni, dua personel TNI dan empat personel Polri.
Peralatan pemadaman juga terus digunakan, di antaranya mesin mini strike, mesin maxtri, selang, nozzle, Y connection serta selang isap.
Tim Satgas Darat gabungan BPBD, TNI, Polri dan Manggala Agni terus melakukan koordinasi, pemadaman serta pendinginan di lokasi.
Munculnya asap di sejumlah wilayah Duri menjadi perhatian karena proses penanganan karhutla di lahan gambut belum sepenuhnya selesai. Meski api permukaan telah padam, potensi bara di dalam tanah masih harus diantisipasi melalui proses pendinginan secara menyeluruh.
BPBD Kabupaten Bengkalis memastikan penanganan tetap dilakukan di lapangan hingga kondisi benar-benar aman dari titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.












