RIAU – Kobaran api yang terus meluas di berbagai wilayah Riau memaksa tim Manggala Agni bekerja tanpa kenal lelah.
Lebih dari seratus personel dikerahkan ke enam kabupaten prioritas, yakni Kampar, Rokan Hulu, Siak, Rokan Hilir, Bengkalis, dan Dumai. Mereka berjibaku di tengah medan berat dan vegetasi kering yang mudah terbakar.

“Sebagian titik api sudah kami tangani selama enam hari berturut-turut, tapi kondisi di lapangan sangat berat. Api masih belum bisa dipadamkan sepenuhnya,” ujar Ferdian Krisnanto, salah satu komandan lapangan Manggala Agni, Senin (21/7).
Khusus di Rokan Hilir, Manggala Agni harus memperkuat pasukan dengan bantuan dari Daops Jambi dan Sumatera Selatan. Langkah ini menegaskan bahwa Karhutla di Riau bukan lagi masalah lokal, melainkan menjadi persoalan lintas daerah yang memerlukan sinergi antardaerah.
Di tengah kondisi cuaca kering ekstrem, Manggala Agni tetap menunjukkan semangat pantang menyerah.

Mereka harus menghadapi tantangan berat: medan yang sulit dijangkau, suhu tinggi, dan asap pekat yang mengancam kesehatan.
Ferdian juga tak henti mengingatkan masyarakat agar berhenti melakukan aktivitas yang bisa memicu kebakaran.
“Satu puntung rokok saja bisa menyebabkan kebakaran besar. Kami minta masyarakat benar-benar peduli, ini tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Selain di Riau, perjuangan serupa juga berlangsung di Sumatera Barat. Tim Manggala Agni dari Daops Sumatera XI/Tebo turun di Nagari Paninggahan, Solok, sementara di Lima Puluh Kota, tim Daops Sumatera IX/Kerinci turut terjun ke lapangan.

Karhutla kembali menjadi ancaman nyata di Pulau Sumatera. Namun, di tengah situasi sulit, Manggala Agni tetap berdiri di garis depan, menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















