Tanaman tersebut awalnya tidak menimbulkan kecurigaan karena bentuk daunnya menyerupai pucuk ubi. Namun, kecurigaan mulai muncul setelah beberapa warga memperhatikan bentuk daunnya yang berbeda dari tanaman umumnya.
“Awalnya saya pikir itu cuma tanaman biasa. Tapi lama-lama kok daunnya beda,” ujar Ketua RT setempat, Erniwita.
Erniwita mengaku lahan itu memang sudah lama terbengkalai dan tidak diketahui siapa pemiliknya.
“Saya tidak tahu siapa pemilik lahannya, karena umumnya warga berurusan sama RT, kalau mau mengurus surat tanah saja,” ungkapnya.
Menindaklanjuti laporan warga, petugas dari Subdit III Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau segera mendatangi lokasi untuk melakukan identifikasi dan pengambilan sampel tanaman guna uji laboratorium forensik (Labfor).
Suasana di sekitar lokasi sempat ramai karena banyak warga penasaran ingin melihat langsung tanaman yang diduga ganja itu. Bahkan Wakapolda Riau, Brigjen Yossy Kusumo, turun langsung ke lokasi untuk meninjau temuan tersebut.
“Belum bisa dipastikan apakah ini ganja atau bukan. Kita tunggu hasil uji Labfor,” singkat Wakapolda kepada wartawan, sembari meminta masyarakat tetap tenang.
“Nanti hasilnya akan keluar sekitar pukul 19.00 WIB,” kata Wakapolda menginformasikan.
Tak lama berselang, jajaran Satnarkoba Polresta Pekanbaru juga tiba di lokasi, sambil menunggu hasil resmi dari pengujian laboratorium.
Setelah waktu salat Isya, hasil yang ditunggu-tunggu akhirnya keluar. Kepala Satuan Narkoba Polresta Pekanbaru, AKP Bagus Faria, mengonfirmasi bahwa tanaman tersebut bukan ganja.
“Rekan-rekan sekalian, hasil uji Labfor telah keluar dan dipastikan tanaman tersebut bukan ganja,” tegasnya di hadapan warga dan awak media.***
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.















