DURI – Maklumat resmi Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan salat Tarawih pertama Ramadan 1447 Hijriah dilaksanakan pada Selasa malam, 17 Februari 2026. Penetapan ini sejalan dengan keputusan Muhammadiyah yang menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, menggunakan metode Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Keputusan tersebut menjadi pedoman bagi warga Muhammadiyah di seluruh Indonesia, termasuk wilayah Riau, dalam mempersiapkan ibadah puasa dan salat Tarawih lebih awal.

Jadwal Tarawih Wilayah Riau
Untuk wilayah Pekanbaru dan sekitarnya, salat Tarawih dilaksanakan setiap malam setelah salat Isya. Berdasarkan estimasi jadwal salat pertengahan Februari 2026, waktu Isya berada di kisaran pukul 19.43–19.44 WIB.
Berikut jadwal awal pelaksanaan Tarawih:
• Tarawih Pertama: Selasa malam, 17 Februari 2026 (malam Rabu)
• Tarawih Kedua: Rabu malam, 18 Februari 2026 (malam Kamis)
• Tarawih Ketiga: Kamis malam, 19 Februari 2026 (malam Jumat)
Salat Tarawih akan terus dilaksanakan setiap malam hingga akhir Ramadan yang diperkirakan berlangsung hingga Maret 2026.
Tuntunan Salat Tarawih Muhammadiyah
Sesuai pedoman Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, Muhammadiyah menganjurkan salat Tarawih sebanyak 11 rakaat. Jumlah tersebut terdiri dari salat malam dan witir dengan beberapa pilihan formasi.
Formasi yang umum digunakan adalah 4 + 4 + 3, yakni dua kali empat rakaat salat malam tanpa tasyahud awal, kemudian ditutup dengan tiga rakaat witir. Selain itu, dapat pula dilakukan dengan formasi 2 + 2 + 2 + 2 + 2 + 1.
Sebelum shalat Tarawih, para jamaah dianjurkan untuk melaksanakan dua rakaat shalat Iftitah ringan. Shalat ini dimaksudkan sebagai pembuka ibadah malam sebelum memasuki rangkaian shalat Tarawih.
Persiapan Menyambut Ramadan
Muhammadiyah mengimbau umat Islam menyiapkan diri menyambut Ramadan dengan memperbanyak ibadah, menjaga kesehatan, serta memperkuat silaturahmi antar sesama. Masyarakat juga diingatkan untuk mengatur waktu istirahat dan aktivitas agar ibadah puasa dan Tarawih dapat dilaksanakan secara maksimal.
Selain itu, pengurus masjid diimbau menyiapkan fasilitas ibadah dengan baik, menjaga kebersihan lingkungan, serta memastikan kenyamanan jamaah selama Ramadan.
Perbedaan Awal Ramadan
Penetapan awal Ramadan oleh Muhammadiyah terkadang berbeda dengan pemerintah yang menggunakan metode rukyat dan hisab imkan rukyat. Meski demikian, perbedaan tersebut diharapkan tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat, melainkan menjadi bagian dari khazanah fiqih dalam Islam.
Dengan pengumuman ini, anggota Muhammadiyah di Riau diharapkan mempersiapkan diri lebih awal untuk menyambut Ramadan 1447 H, melaksanakan puasa dengan khusyuk, dan memperbanyak amal kebaikan di bulan yang penuh berkah ini.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















