DURI – Umat Islam di Indonesia diperkirakan akan merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 dalam waktu sekitar 22 hingga 23 hari lagi dari tanggal 25 Februari 2026.
Meski demikian, terdapat perbedaan perkiraan tanggal 1 Syawal 1447 H, tergantung metode penetapan yang digunakan oleh masing-masing organisasi maupun pemerintah,Rabu (25/02/2026).
Berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hari Raya Idul Fitri 1447 H ditetapkan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan ini menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal yang selama ini menjadi pedoman resmi Muhammadiyah dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Sementara itu, pemerintah melalui keputusan bersama yang dikenal sebagai Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri telah menetapkan libur nasional Idul Fitri pada 21–22 Maret 2026.
Namun, untuk penentuan resmi 1 Syawal 1447 H, pemerintah masih akan menunggu hasil Sidang Isbat yang biasanya digelar pada akhir bulan Ramadan. Sidang tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari perwakilan ormas Islam, ahli astronomi, hingga instansi terkait.
Adapun kalangan Nahdlatul Ulama (NU) diperkirakan akan menetapkan 1 Syawal 1447 H pada Sabtu, 21 Maret 2026. NU menggunakan metode rukyatul hilal atau pemantauan langsung terhadap hilal sebagai dasar penentuan awal bulan Hijriah. Meski masih berupa perkiraan, potensi perbedaan satu hari tetap terbuka sebagaimana yang kerap terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Rangkaian Libur Nasional dan Cuti Bersama Maret 2026
Selain Idul Fitri, bulan Maret 2026 juga diwarnai sejumlah hari libur nasional dan cuti bersama yang berdekatan. Berdasarkan jadwal yang telah diumumkan pemerintah, berikut rangkuman hari libur pada Maret 2026
- 18 Maret 2026: Cuti Bersama Hari Raya Nyepi
- 19 Maret 2026: Libur Nasional Hari Raya Nyepi
- 20 Maret 2026: Cuti Bersama Idul Fitri
- 21–22 Maret 2026: Libur Nasional Idul Fitri 1447 H
Dengan susunan tersebut, masyarakat berpotensi menikmati libur panjang, terutama jika Idul Fitri benar-benar jatuh pada rentang 20 hingga 21 Maret 2026.
Momentum ini diperkirakan akan meningkatkan arus mudik, aktivitas perjalanan antardaerah, serta pergerakan ekonomi di berbagai wilayah.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap menunggu pengumuman resmi hasil Sidang Isbat guna memastikan tanggal pasti Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Sementara itu, sejumlah kalangan sudah mulai mempersiapkan diri menyambut hari kemenangan, mulai dari perencanaan mudik, belanja kebutuhan Lebaran, hingga pengaturan jadwal cuti kerja.
Dengan perbedaan metode penetapan yang ada, masyarakat diharapkan tetap menjaga toleransi dan saling menghormati apabila terjadi perbedaan hari pelaksanaan Idul Fitri, sebagaimana semangat persatuan dalam keberagaman yang selama ini dijunjung tinggi di Indonesia.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

















