DURI – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, masyarakat yang berencana pulang kampung menggunakan kendaraan pribadi diimbau memastikan kondisi mobil dalam keadaan prima.
Persiapan kendaraan menjadi faktor penting untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan jauh, terutama saat menghadapi kepadatan lalu lintas dan perjalanan lintas kota yang memakan waktu lama.

Pengecekan kendaraan sebelum mudik tidak hanya sekadar formalitas, melainkan langkah penting untuk menghindari kerusakan di tengah jalan. Berikut panduan lengkap komponen utama yang wajib diperiksa sebelum berangkat mudik Lebaran.
- Komponen Vital di Ruang Mesin
Bagian mesin menjadi pusat performa kendaraan. Kerusakan kecil pada komponen mesin dapat berujung mogok di tengah perjalanan.
Oli Mesin
Pastikan volume oli mencukupi dengan mengecek melalui dipstick. Selain jumlah, kualitas oli juga harus diperhatikan. Jika mobil sudah menempuh jarak 10.000 kilometer atau lebih dari 6 bulan sejak penggantian terakhir, disarankan mengganti oli baru sebelum perjalanan.
Sistem Pendingin (Radiator)
Cek air radiator pada tangki cadangan atau reservoir. Pastikan cairan pendingin tidak berkurang drastis. Periksa juga kondisi selang dan sabuk radiator untuk menghindari mesin overheat selama perjalanan jauh.
Aki (Baterai)
Periksa terminal aki dari kerak atau karat. Untuk aki basah, cek ketinggian air aki agar tetap berada di antara batas minimal dan maksimal. Aki lemah bisa menyebabkan mobil sulit distarter di perjalanan.
Cairan Lainnya
Periksa minyak rem, cairan wiper, dan oli transmisi, khususnya untuk mobil matic. Cairan yang kurang dapat mengganggu performa kendaraan.
- Ban dan Kaki-Kaki Kendaraan
Ban menjadi satu-satunya komponen mobil yang langsung bersentuhan dengan jalan. Kondisi ban yang baik sangat menentukan keselamatan.
Kondisi Ban
Periksa ketebalan tapak ban melalui indikator Tread Wear Indicator. Hindari menggunakan ban dengan retakan atau benjolan karena berisiko pecah saat perjalanan.
Tekanan Angin
Sesuaikan tekanan angin dengan rekomendasi pabrikan. Untuk perjalanan jauh dengan muatan penuh, tekanan bisa ditambah sekitar 1–2 PSI agar stabil.
Ban Serep
Sering diabaikan, ban serep harus dipastikan dalam kondisi siap pakai dengan tekanan angin cukup.
Sistem Pengereman
Pastikan kampas rem masih tebal dan tidak ada kebocoran pada sistem hidrolis rem. Rem yang bermasalah sangat berbahaya di jalan tol atau jalur turunan.
- Kelistrikan dan Lampu
Perjalanan malam atau saat hujan membutuhkan sistem kelistrikan yang optimal.
Penerangan Utama
Cek semua lampu, mulai dari lampu depan, lampu sein, lampu rem, hingga lampu mundur. Lampu yang mati dapat membahayakan pengemudi lain.
Wiper
Pastikan karet wiper masih elastis agar mampu menyapu air hujan dengan baik, sehingga visibilitas tetap terjaga.
- Tips Aman Perjalanan Jauh Saat Mudik
Selain kondisi mobil, pengemudi juga harus mempersiapkan diri untuk perjalanan panjang.
Istirahat Berkala
Disarankan mesin mobil diistirahatkan setiap 4–5 jam perjalanan. Pengemudi juga perlu beristirahat setiap 2–3 jam di rest area untuk menjaga konsentrasi.
Perlengkapan Darurat
Siapkan tool kit, dongkrak, segitiga pengaman, kotak P3K, senter, dan sekring cadangan di bagasi kendaraan.
Manajemen Muatan
Hindari membawa barang melebihi kapasitas kabin atau atap mobil karena dapat mengganggu stabilitas kendaraan dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Pentingnya Servis Berkala Sebelum Mudik
Selain pengecekan mandiri, pemilik kendaraan disarankan melakukan servis di bengkel resmi beberapa hari sebelum keberangkatan. Pemeriksaan profesional dapat mendeteksi kerusakan tersembunyi yang tidak terlihat secara kasat mata.
Mudik Lebaran adalah tradisi tahunan yang dinanti masyarakat. Namun, keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Dengan memastikan kendaraan dalam kondisi terbaik, perjalanan mudik Lebaran 2026 diharapkan berjalan lancar, aman, dan nyaman hingga sampai ke kampung
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

















