RIAU – Dari masa ke masa, ini deretan Gubernur Riau dan perjalanan kepemimpinannya yang mencerminkan dinamika pembangunan serta arah kebijakan di provinsi yang berdiri sejak tahun 1958 tersebut, Selasa (28/04/2026).
Pergantian kepemimpinan dari satu periode ke periode berikutnya menjadi bagian penting dalam membentuk wajah Riau hingga seperti saat ini.
Gubernur pertama Riau, S.M. Amin, menjabat pada 1958 hingga 1960 dan menjadi tokoh yang meletakkan dasar pemerintahan daerah. Kepemimpinan kemudian dilanjutkan oleh Kaharuddin Nasution yang memimpin hingga tahun 1966.
Selanjutnya, Arifin Ahmad memimpin cukup lama selama lebih dari satu dekade, sebelum digantikan oleh H.R. Subrantas.

Pada era berikutnya, tongkat kepemimpinan dipegang oleh Imam Munandar dan Soeripto yang turut membawa perkembangan di berbagai sektor.
Memasuki era reformasi, Saleh Djasit memimpin dalam masa transisi nasional. Setelah itu, Rusli Zainal menjabat selama dua periode, yakni 2003–2008 dan 2008–2013. Pada tahun 2008, jabatan gubernur sempat diisi oleh Wan Abubakar.
Berikutnya, posisi gubernur diisi oleh Annas Maamun, lalu dilanjutkan oleh Arsyadjuliandi Rachman dan Wan Thamrin Hasyim.
Pada periode selanjutnya, Syamsuar memimpin hingga tahun 2023. Kepemimpinan kemudian dilanjutkan oleh Edy Natar Nasution dan saat ini dijabat oleh Abdul Wahid.
Selain gubernur definitif, sejumlah pejabat juga pernah mengisi kekosongan jabatan sebagai Pelaksana Tugas (Plt), Pelaksana Harian (Plh), maupun Penjabat (Pj).
Di antaranya Prapto Prayitno, Baharuddin Yusuf, Atar Sibero, Mambang Mit, serta Djohermansyah Djohan.
Pada tahun 2024, jabatan penjabat gubernur juga sempat diisi oleh SF Hariyanto dan Rahman Hadi.
Rangkaian panjang kepemimpinan ini menunjukkan bagaimana Provinsi Riau terus berkembang melalui berbagai tantangan dan perubahan zaman.
Setiap pemimpin membawa kebijakan dan visi yang berbeda, namun tetap memiliki tujuan yang sama, yakni memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.










