JAKARTA – Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, bantah tudingan yang menyebut dirinya terlibat dalam dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Bahlil menegaskan tuduhan tersebut tidak benar. Ia bahkan menyebut kabar yang menyeret namanya sebagai fitnah dan memastikan dirinya tidak pernah menghadiri pertemuan yang dituding membahas rencana penyadapan tersebut.
Di tengah polemik itu, Bahlil justru mengungkapkan bahwa dirinya juga termasuk pihak yang ikut disadap. Menurutnya, tuduhan bahwa dirinya terlibat mengatur penyadapan menjadi tidak masuk akal karena ia sendiri mengaku menjadi korban.

Bahlil juga memberikan peringatan kepada pihak-pihak yang menyebarkan tuduhan tersebut agar segera melakukan klarifikasi dan membuktikan pernyataannya.
Ia memberikan tenggat waktu 3 x 24 jam. Jika tidak ada klarifikasi, Bahlil menyatakan akan mempertimbangkan langkah hukum melalui somasi dan jalur hukum.
Di sisi lain, Bahlil menyatakan dukungannya terhadap langkah Bareskrim Polri untuk mengusut tuntas dugaan penyadapan yang turut menyeret sejumlah nama jenderal kepolisian.
Sementara itu, di tengah mencuatnya persoalan tersebut, Bahlil juga mengungkapkan dirinya sempat menerima panggilan telepon langsung dari Presiden Prabowo Subianto ketika menghadiri pelantikan pengurus DPD Partai Golkar di Maluku.
Polemik dugaan penyadapan ini masih menjadi perhatian publik. Proses penyelidikan aparat kepolisian diharapkan dapat mengungkap fakta serta memastikan pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.












