KAMPAR – Semangat pantang menyerah terus menyala dalam upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Jalan Madura, Dusun II, RT/RW 002/002, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.
Memasuki hari kedua operasi, tim gabungan yang terdiri dari personel Polri, TNI dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar kembali berjibaku memadamkan sekaligus melakukan pendinginan di lahan gambut yang terbakar, Sabtu (5/9/2026).
Tim bekerja di lokasi dengan koordinat 0.444946, 101.333321 sejak pukul 09.00 WIB. Sebanyak 23 personel dikerahkan, terdiri dari 10 personel Polri, 2 personel TNI dan 11 personel BPBD Kabupaten Kampar.
Meski tidak didukung personel Manggala Agni maupun Damkar Kabupaten Kampar, tim gabungan tetap berupaya maksimal dengan peralatan yang tersedia.

Sejumlah peralatan digunakan dalam operasi tersebut, di antaranya satu unit tangki air, dua unit mesin mini strike, dua unit mesin Honda GX 200, puluhan gulung selang berbagai ukuran, nozzle dan embung terpal.
Untuk mendukung mobilitas personel, turut digunakan lima unit kendaraan roda dua dan dua unit kendaraan roda empat.
Gambut Tebal Jadi Tantangan
Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar satu hektare. Kondisi tanah berupa gambut tebal yang ditumbuhi semak belukar membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit.
Api pada lahan gambut tidak hanya membakar permukaan, tetapi dapat merambat dan bertahan di lapisan bawah tanah. Kondisi tersebut membuat asap masih muncul meski api di permukaan telah berhasil dipadamkan.
Selain karakteristik lahan, perubahan arah angin juga menjadi kendala dalam proses pemadaman dan pendinginan. Angin yang berubah-ubah berpotensi membawa api menuju bagian lahan yang belum terbakar.
Mengantisipasi penyebaran api, tim melakukan penyekatan atau blokade pada area yang belum terbakar dengan penyiraman air secara intensif.
Langkah tersebut dilakukan untuk memutus jalur rambatan api sekaligus melindungi area di sekitar lokasi kebakaran.
Tim juga terus melakukan pemantauan terhadap titik api dan kepulan asap yang masih muncul dari dalam lapisan gambut.
Baru 0,25 Hektare Berhasil Dipadamkan
Hingga pukul 18.40 WIB, tim gabungan telah berhasil meredam api dan melakukan pendinginan pada sekitar 0,25 hektare lahan.
Namun, sekitar 0,75 hektare lainnya masih menunjukkan adanya asap. Kondisi tersebut mengindikasikan masih terdapat bara atau titik panas yang berada di dalam lapisan gambut.
Karena kondisi medan belum memungkinkan untuk menyelesaikan pemadaman secara keseluruhan, kegiatan dihentikan sementara untuk evaluasi dan istirahat personel.
Operasi pemadaman dan pendinginan akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya.
Semangat tim tetap sama, yakni “Pantang Pulang Sebelum Padam.”
Secara umum, situasi di lokasi Karhutla terpantau aman dan kondusif. Namun, upaya penanganan masih membutuhkan sinergi dan ketekunan seluruh unsur karena karakter lahan gambut membuat api berpotensi kembali muncul.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.











