“Kita juga juga mendesak agar Presiden menolak dengan tegas jabatan Presiden tiga periode, mendesak Presiden bersikap tegas dan memberi sanksi kepada menteri. Mendesak agar Presiden menstabilkan harga dan persediaan bahan pokok pangan, setta usut tuntas mafia minyak goreng,” katanya.
Ditambahkannya, Kita juga meminta kepada Pemkab Bengkalis menstabilkan harga minyak goreng serta menjamin ketersediaan bahan bakar minyak di Pulau Bengkalis dan mendesak agar DPRD Bengkalis melanjutkan atau meneruskan tuntutan tersebut ke DPR RI.

Sementara itu Bupati Bengkalis, Kasmarni saat itu juga mengatakan pihaknya menyadari masih banyak kekurangan karena dalam membangun kesejahteraan ini tidak seperti membalikkan telapak tangan, tentu melalui beberapa tahap namun Pemkab Bengkalis tetap berusaha sekuat tenaga memberikan dan membuat sebuah kebijakan.
“Terima kasih atas tuntutan yang disampaikan oleh adik-adik mahasiswa dan ini bukan dialami oleh masyarakat Kabupaten Bengkalis saja tetapi seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya di hadapan mahasiswa.
Kasmarni juga meminta kepada seluruh pihak untuk bersama-sama mencari solusi yang terbaik, agar masyarakat tidak kesusahan dalam memperoleh terutama bahan pokok kebutuhan masyarakat.
“Pemkab Bengkalis juga sudah melakukan beberapa upaya yang pertama melakukan kerja sama dengan Bulog untuk menyediakan bahan pokok khusus untuk Kabupaten Bengkalis. Kami mengajak mari kita sama-sama mengawal kebijakan yang dikeluarkan sehingga kita bisa tahu dan bisa mencari solusi di mana letak kesalahannya,” ajak Bupati.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















