DURI – Di tengah kekayaan minyak bumi yang melekat pada wilayah Duri dan sekitarnya, kondisi infrastruktur jalan nasional justru menjadi sorotan, Sabtu (17/10/2026).
Proyek pembangunan rigid beton di Jalan Nasional Duri–Rokan Hilir (Rohil), tepatnya di Simpang Bangko, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Riau, diduga mangkrak selama enam bulan.
Terhentinya pekerjaan tersebut berdampak langsung terhadap pengguna jalan. Arus lalu lintas dilaporkan mengalami kemacetan, bahkan sebuah truk mengalami patah as tepat di lokasi proyek yang belum rampung itu.
Berdasarkan pantauan KabarDuri.net di lapangan, pekerjaan rigid beton di jalur yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Rokan Hilir tersebut belum juga tuntas.
Proyek Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang berada dalam pengawasan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau itu menjadi perhatian karena ruas jalan tersebut merupakan jalur penting bagi mobilitas masyarakat dan kendaraan angkutan barang.

Kondisi pekerjaan yang belum selesai membuat pengguna jalan harus menghadapi hambatan saat melintas. Insiden truk yang mengalami patah as di lokasi tersebut bahkan mengakibatkan kemacetan total.
Proyek Enam Bulan Mangkrak, Papan Informasi Tidak Terlihat
Selain pekerjaan yang belum tuntas, KabarDuri.net tidak melihat papan informasi proyek terpasang di lokasi saat melakukan pemantauan.
Padahal, papan informasi proyek merupakan sarana bagi masyarakat untuk mengetahui identitas kegiatan, nilai kontrak, sumber anggaran, nama kontraktor pelaksana, serta jangka waktu pengerjaan.
Tidak terlihatnya papan informasi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi pelaksanaan pembangunan jalan nasional itu.
Masyarakat berhak memperoleh informasi yang jelas mengenai proyek infrastruktur yang menggunakan anggaran negara, termasuk nilai kontrak dan target penyelesaiannya.
Kontraktor Diduga Tekor, Proyek Terbengkalai
KabarDuri.net memperoleh informasi bahwa kontraktor pelaksana proyek tersebut diduga mengalami kerugian atau tekor akibat mengambil nilai kontrak yang terlalu rendah.
Informasi yang diterima juga menyebutkan bahwa kontraktor yang diduga berasal dari luar Provinsi Riau itu telah meninggalkan pekerjaan.
Meski demikian, dugaan mengenai penyebab proyek mangkrak dan keberadaan kontraktor tersebut masih memerlukan konfirmasi dari pihak terkait. Belum ada keterangan resmi yang dapat memastikan bahwa persoalan nilai kontrak menjadi penyebab terhentinya pekerjaan.
Apabila pekerjaan benar-benar terhenti akibat persoalan keuangan atau kendala kontrak, kondisi ini perlu segera ditangani agar pembangunan tidak terus terbengkalai dan merugikan masyarakat.
BPJN Riau Belum Memberikan Penjelasan
KabarDuri.net telah berupaya meminta klarifikasi kepada BPJN Riau melalui akun Instagram resminya terkait proyek rigid beton Jalan Nasional Duri–Rohil yang diduga mangkrak selama enam bulan tersebut.
Namun, hingga berita ini disusun, BPJN Riau belum memberikan penjelasan atas upaya konfirmasi yang disampaikan KabarDuri.net.
Sejumlah pertanyaan pun masih menunggu jawaban, mulai dari penyebab terhentinya pekerjaan, status kontrak pelaksana, hingga langkah yang akan diambil untuk menuntaskan proyek tersebut.
KabarDuri.net tetap membuka ruang bagi BPJN Riau maupun kontraktor pelaksana untuk memberikan penjelasan dan klarifikasi agar masyarakat mendapatkan informasi yang utuh mengenai persoalan ini.
Kekayaan Minyak Bumi dan Persoalan Infrastruktur
Duri dikenal sebagai salah satu kawasan penting dalam industri minyak bumi di Provinsi Riau. Namun, kekayaan sumber daya alam tersebut tidak serta-merta menghilangkan persoalan infrastruktur yang dihadapi masyarakat.
Mangkraknya proyek rigid beton di Jalan Nasional Duri–Rohil menjadi pengingat pentingnya pengawasan pekerjaan, transparansi pelaksanaan proyek, serta tanggung jawab kontraktor dalam menyelesaikan pembangunan sesuai ketentuan kontrak.
Dampak proyek yang belum tuntas tidak hanya berupa kemacetan, tetapi juga berpotensi mengganggu distribusi barang, meningkatkan waktu perjalanan, dan menimbulkan risiko kerusakan kendaraan.
Masyarakat berharap BPJN Riau segera memberikan penjelasan terbuka dan memastikan adanya langkah konkret untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.
Publik kini menantikan kepastian kapan proyek rigid beton di Simpang Bangko itu akan kembali dikerjakan dan dituntaskan, sehingga pengguna jalan tidak terus menanggung dampak dari pembangunan yang terbengkalai.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.











