KabarDuri, DURI – Heboh Omprengan atau lazim dikenal wadah makanan bergizi di Program Nasional Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa di Kecamatan Mandau, Bengkalis akhirnya usai.
Sekolah menegaskan jika kutipan dan paksaan pembelian omprengan tersebut merupakan tanahnya komite dengan kata lain membantu orang tua murid tanpa paksaan.

“Awalnya sekolah tidak tau menau permasalahan ini, namun setelah kabar ini viral di medsos, setelah kami telusuri, akhirnya tidak seperti yang dihebohkan,”ujar Gusmaningsih, Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 17 Mandau, Rabu (5/2/25).
Dikatakannya, untuk permasalahan omprengan itu merupakan kesepakatan antara wali murid bersama komite sekolah.”Saya sudah minta klarifikasi komite sekolah, setelah saya dengar, ternyata tidak seperti yang beredar di medsos,”tegasnya.
Terpisah, Ketua Komite SDN 17 Mandau, Lambas Hutabarat mengatakan jika yang terjadi diinternal wali murid sebenarnya hanya kesalah pahaman semata. Niat hati ingin membantu, malah disalah artikan ke pihak sekolah dan perlunya pencerahan.
“Tidak benar adanya kutipan untuk membeli Omprengan. Yang ada hanya salah seorang wali murid yang kebetulan memiliki kantin disekolah dan juga salah seorang komite kelas, berniat membantu wali murid lainnya untuk memiliki omprengan makanan bergizi. Jadi mana yang mau saja dibelikan dan itu banyak yang mau. Bukan dipaksa dan dikutip pihak sekolah. Salah kaprah itu,”jelasnya.
Ditambahkan Lambas, pihaknya tidak pernah melibatkan sekolah dalam hal ini.”Saya tegaskan, tidak pernah ada hubungan dengan sekolah. Sementara yang komplain itu juga tidak pernah dimintai uang kok, kok malah bersuara lantang,”ungkapnya.
Kedepannya Lambas berharap agar orang tua murid jangan mempercayai apapun informasi yang belum tau keabsahan dan kebenarannya.
“Jika ingin tau dan kurang jelas, alangkah baiknya datangi sekolah dan bertanya. Bukan membuat gaduh. Mari diskusikan bersama jika pun ada yang kurang berkenan. Selama ini komite sudah bekerja keras demi membantu sekolah agar maju dan seluruh guru dan anak nyaman dalam belajar dan mengajar,”harapnya sembari menghimbau.*
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

















