KabarDuri, DURI – Sejumlah warga Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, mengeluhkan kenaikan tarif air Perusahaan Air Minum (PAM) yang dianggap memberatkan. Keluhan ini ramai disuarakan melalui media sosial setelah banyak pelanggan mendapati tagihan mereka melonjak drastis tanpa pemberitahuan sebelumnya.Minggu (9/02/2025).
Salah satu warga, Lisbet Pintauli, mengungkapkan keterkejutannya saat menerima tagihan air bulan ini. “Biasanya saya membayar Rp180.000, tiba-tiba naik menjadi Rp453.000. Banyak orang sudah melapor ke kantor PAM, tapi bagaimana hasilnya? Apakah kita tetap harus membayar dengan kenaikan sebesar ini?” tulisnya di media sosial.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh warga lain. Fina Yosita Marpaung mengaku tagihannya melonjak dari Rp125.000 menjadi Rp437.000.
padahal pasokan air sering mati dalam beberapa bulan terakhir. “Heran, air sering mati, tapi tagihan malah naik drastis,” ujarnya.
Sementara itu, Mery mengungkapkan bahwa tagihan airnya naik hampir tiga kali lipat. “Biasanya Rp500.000, sekarang sampai Rp1,4 juta. Ini harus lapor ke BMKG atau Basarnas/Damkar nih,” katanya dengan nada kesal.
Keluhan juga datang dari Shollichati yang biasanya membayar Rp200.000, namun kini tagihannya melonjak menjadi Rp750.000. “Entahlah apa yang terjadi,” ucapnya.
Saat dikonfirmasi oleh KabarDuri.Net, Direktur Perumda Air Minum Tirta Terubuk Kabupaten Bengkalis, Abel Iqbal, belum memberikan keterangan resmi terkait lonjakan tarif yang dikeluhkan masyarakat.
Hingga saat ini, warga masih menunggu kejelasan mengenai penyebab kenaikan tersebut dan berharap ada sosialisasi dari pihak terkait.*Ramadhan
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















