Lebih lanjut orang nomor satu di wilayah berjuluk Negeri Junjungan itu menyebutkan peran insan pers juga sama saja dengan TNI dan Polri dalam menjaga kondusifitas Pemilu.
Jika TNI dan Polri menjaga kondusifitas pemilu dengan pasukannya, maka insan pers menjaga kondisifitas dengan torehan tinta penanya.
Insan pers bisa menjaga suasana Pemilu damai dan rukun melalui produk jurnalistik yang sehari-hari dihasilkan menjadi sumber informasi yang dikonsumsi oleh masyarakat.
“Sebuah infomasi akan mampu mempengaruhi pandangan, perspektif, pemikiran, hingga perbuatan seseorang. Akan menjadi kurang kondusif apabila informasi yang tidak benar tersebar di masyarakat luar,” ujarnya.
Kasmarni yakin dan percaya bahwa insan pers akan menghasilkan produk jurnalisme yang berkualitas sesuai dengan kode etik jurnalistik. Jurnalistik berkualitas ini akan menjadi referensi bagi masyarakat untuk melawan informasi hoaks yang tersebar.
“Saya yakin, insan pers akan selalu menjunjung tinggi kode etik jurnalistiknya. Insan pers akan selalu independen, berimbang, aktual, dan faktual dalam memproduksi sebuah berita,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak langsung percaya dengan sebuah informasi yang tersebar di media sosial. Namun harus senantiasa mengecek kevalidan informasi tersebut.
“Selalu cek dan ricek sebuah informasi. Cara sederhananya carilah berita dari media terpercaya terkait informasi tersebut. Apabila informasi tersebut tidak benar maka stop jangan disebarkan ke orang lain,” pungkasnya mengakhiri.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















