RIAU – Ironi Riau Penghasil Migas terbesar di Indonesia, ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax 92 dan Pertamax Turbo justru mengalami kelangkaan parah dalam sepekan terakhir.
Sejumlah SPBU di Pekanbaru dan kabupaten sekitar kehabisan stok, sehingga memaksa warga berkeliling mencari BBM beroktan tinggi tersebut
Keluhan dari masyarakat semakin banyak terdengar. Niya, warga Jalan Harapan Raya, mengaku sudah empat hari tidak berhasil mendapatkan Pertamax. Ia bahkan sempat datang ke SPBU pada waktu subuh demi mendapatkan BBM.
“Pertamax 92 dan Turbo sering kosong di SPBU Pertamina Jalan Harapan Raya. Di SPBU lain juga sama saja. Pernah dapat sekali, itu pun saya datang subuh-subuh. Ini sudah empat hari saya tidak dapat BBM,” ujarnya dengan nada kesal.
Hal senada disampaikan Abas, warga Jalan Hang Tuah, yang mengkritik pelayanan Pertamina. Ia mengaku telah menghabiskan waktu berjam-jam mengunjungi tiga SPBU di Jalan Hang Tuah dan Jalan Thamrin, namun semuanya tak memiliki stok.

“Saya sudah keliling tiga SPBU, semuanya kosong. Situasi ini sudah hampir seminggu. Riau ini kan daerah penghasil migas, tapi BBM malah langka. Kemarin solar yang langka, sekarang Pertamax 92 dan Turbo pula,” tegas Herry.
Pemprov Riau Turun Tangan
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, membenarkan bahwa kelangkaan Pertamax sedang terjadi. Ia menyebut persoalan ini sudah dibahas dalam rapat bersama Pemerintah Provinsi dan Pertamina.
“Dalam rapat kemarin, Plt Gubernur sudah memerintahkan Pertamina untuk menjamin ketersediaan BBM. Semua jenis BBM harus tersedia sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Syahrial, Jumat (12/12/25).
Ia menambahkan akan kembali meminta penjelasan dari Pertamina mengenai penyebab keterlambatan distribusi, apakah karena hambatan teknis atau masalah dalam penyaluran.
Pertamina: Distribusi Sedang Dinormalisasi
Menanggapi keluhan masyarakat, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyampaikan bahwa sedang terjadi penyesuaian suplai untuk Pertamax dan Pertamax Turbo. Kondisi ini terjadi karena adanya dinamika penyaluran dari terminal BBM yang sedang dalam proses normalisasi.
“Distribusi ke sejumlah SPBU di Pekanbaru mengalami keterlambatan karena penyaluran dari terminal BBM sedang dinormalisasi,” kata Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw.
Sebagai langkah pemulihan, Pertamina memastikan suplai mulai kembali mengalir. Sebanyak 1.300 kiloliter Pertamax dan 1.300 kiloliter Pertamax Turbo telah masuk ke Fuel Terminal Sei Siak dan didistribusikan bertahap ke SPBU-SPBU terdampak.
Pemerintah Provinsi Riau menyatakan akan terus memantau perkembangan distribusi Pertamax untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dan kelangkaan tidak kembali terjadi.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















