DURI – Jalan lingkar Duri Barat,yang di Bangun bupati Bengkalis Kasmarni yang membelah Hutan Talang di Kota Duri baru-baru ini menjadi viral karena pemandangannya yang indah dan suasana alaminya yang memesona.Seni,(2/06/2025).
Hutan Talang merupakan satu-satunya kawasan hutan yang tersisa di Kota Duri, sehingga keberadaannya sangat penting sebagai paru-paru kota sekaligus habitat berbagai satwa liar.

Namun, di balik popularitasnya yang meningkat, muncul keprihatinan dari berbagai pihak atas kondisi kebersihan di kawasan tersebut. Banyak pengunjung yang datang namun tidak menjaga kebersihan, bahkan membuang sampah sembarangan tanpa rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.
Untuk para pedagang yang berjualan di sana, seharusnya punya kesadaran lebih terhadap kebersihan lingkungan. Mari kita jaga bersama keasrian Hutan Talang ini agar tidak rusak dan kehilangan daya tarik alaminya.
Solfa, Ketua Komunitas Rimba Satwa, menyampaikan keprihatinannya kepada KabarDuri Ia mengungkapkan bahwa pihaknya awalnya memperkirakan dampak lingkungan akibat jalan lingkar baru akan terasa dalam waktu beberapa bulan atau setahun setelah diresmikan. Namun, kerusakan justru mulai tampak sebelum jalan tersebut difungsikan secara optimal.
“Sedih sekali. Jalan belum benar-benar digunakan, tapi sudah banyak sampah berserakan. Bagaimana nasib satwa yang hidup di sana? Bagaimana dengan terowongan gajah, pohon-pohon kita, burung-burung yang selama ini menghuni hutan ini? Seberapa aman Hutan Talang sekarang? Dan berapa lama hutan ini bisa tetap lestari?” keluh Solfa.
Ia berharap semua pihak, baik pengunjung, pedagang, maupun pemerintah, bisa lebih peduli terhadap kelestarian Hutan Talang. Keindahan alam bukan hanya untuk dinikmati sesaat, tetapi juga harus dijaga demi generasi yang akan datang.*Ayu
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















