BENGKALIS – Bupati Bengkalis diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Johansyah Syafri berharap kepada Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bengkalis untuk terus berpacu meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Bengkalis.
Harapan itu disampaikan saat membuka Konferensi ke-23 (XXIII) PGRI Kabupaten Bengkalis masa bakti 2025-2030, dengan tema “Tranformasi PGRI Menuju Indonesia Emas”. Sabtu 21 Juni 2025, di gedung Daerah Bengkalis.
Dalam arahan tertulis Bupati Bengkalis disampaikan Johansyah Syafri mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Bengkalis menyambut baik dan mendukung sepenuhnya penyelenggaraan Konferensi ke XXIII PGRI Kabupaten Bengkalis, sebagai agenda lima tahunan PGRI dalam memperkuat eksistensinya sebagai organisasi profesi guru yang dinamis, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.
Untuk itu, kepada seluruh peserta konferensi Bupati berpesan, agar agenda lima tahunan ini jangan sekadar dijadikan agenda pergantian pengurus, tapi harus menjadi momentum strategis PGRI untuk melakukan evaluasi, koordinasi, dan rekonsiliasi, serta menyusun rumusan-rumusan pemikiran yang implementatif dalam menguatkan peran PGRI.
Lebih lanjut Kasmarni, peran PGRI sebagai mitra utama pemerintah daerah dalam mentransformasi sistem pendidikan yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan, serta selaras dengan RPJMD Kabupaten Bengkalis dan selaras pula dengan kebutuhan dan tantangan pendidikan masa kini serta masa hadapan.
Selain itu PGRI memiliki potensi luar biasa dalam mendukung pembangunan SDM di daerah ini, dengan kekuatan kelembagaannya yang terstruktur sampai ditingkat kecamatan, serta didukung oleh pengurus-pengurus yang bekerja dengan penuh dedikasi, tentunya telah menjadikan PGRI sebagai mitra pemerintah daerah dalam mendukung tata kelola guru yang lebih efektif, berdaya, sejahtera, dan terlindungi.
“Kami optimis, peran PGRI akan semakin strategis dan cemerlang, apabila ianya dapat digerakkan secara bersama untuk kemajuan SDM Indonesia Emas dan Kabupaten bengkalis Bermasa. dan yang tak kalah pentingnya kami berharap, PGRI dapat terus berusaha keras memajukan profesi guru agar lebih kompeten dan maksimal dalam bekerja sebagai aparatur negara bidang pendidikan,”ungkapnya.
Kemudian semakin berkurangnya murid di sekolah-sekolah negeri, karena kalah bersaing dengan sekolah-sekolah swasta. Serta masih lemahnya penerapan pendidikan inklusi di satuan pendidikan.
“Untuk itu Kami minta PGRI Kabupaten Bengkalis bisa membuat rumusan-rumusan strategis, dalam mengatasi beberapa permasalahan tersebut,”pesan Kasmarni.
Terlihat hadir pada kesempatan itu, Ketua PGRI Provinsi Riau, Ketua PGRI Kabupaten Bengkalis, Kepala Dinas Pendidikan Bengkalis, para Forkopimda Bengkalis, Dewan Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Camat Bengkalis, jajaran PGRI Provinsi Provinsi Riau dan Kabupaten Bengkalis
dan seluruh Kepala Sekolah Negeri dan Swasta Bengkalis
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

















