Perihal kebutuhan tersebut, Wakil Ketua II, Donor Darah Duri Riau D3R, Ade saat berbincang mengakui tingginya kebutuhan darah untuk masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, di Kota Duri dalam sehari pihaknya mencatat kebutuhan masyarakat akan darah bisa mencapai 8 kantong dengan rata rata 4 orang pasien.
“Mau tidak mau, suka tidak suka demi kemanusiaan, kita harus berjuang melalui informasi dari mulut kemulut untuk menolong sesama, kini untungnya sudah ada teknologi informasi media sosial maupun lainnya hingga terbentuknya relawan pendonor,”ujarnya.
Dikatakan pria berperawakan kalem ini, pihaknya tak menapik keberadaan PMI di Kota Duri, namun seakan semuanya terkesan simbol. Letaknya didalam lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Duri, dirasa tidak tepat hingga akan menimbulkan kesenjangan antar Rumah Sakit
“Manajemennya ada, namun seperti tidak berfungsi. Sementara tenaga medisnya juga ntah dimana rimbanya. Selama ini bagi masyarakat yang membutuhkan darah, pendonornya harus bolak balik. Memeriksakan kondisinya di RS tempat pasien dirawat dan pendonor harus balik lagi ke RSUD guna menjalani prosesnya. Sungguh repot. Untuk itu butuh perhatian Pemerintah melalui perpanjangan tangannya untuk keberadaan PMI ini,”ungkap Ade.*(KD02)
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.
















