DURI,KabarDuri.Net — Sungguh miris, dengan jumlah penduduk hingga ratusan ribu jiwa dan dengan kekayaan hasil bumi yang melimpah namun tak didukung dengan sistem kebutuhan yang mumpuni. Salah satunya kebutuhan stok darah dan alatnya.
Palang Merah Indonesia (PMI), sayup tak terdengar keberadaannya. Alhasil, jika masyarakat membutuhkan donor darah, dengan terpaksa harus berteriak melalui media sosial (Medsos) hingga dari mulut kemulut guna mendapatkannya. Seperti yang dialami Jenial, salah seorang masyarakat. Saat istrinya melakukan operasi, dirinya membutuhkan waktu hingga 4 jam lebih menunggu respon masyarakat melalui medsos tersebut.
“Susah di Duri ini, untuk mendapatkan donor darah saja harus menunggu berjam jam pendonor, belum lagi prosesnya. Untung saja ada komunitas spontan donor darah. Jika tidak, tak taulah apa yang akan terjadi dengan istri,”keluhnya.
Hal senada juga dikeluhkan Rio, salah seorang pekerja harian lepas disalah satu perusahaan migas di Kota penghasil minyak ini, dirinya mengaku terpaksa berkeliling Kota untuk mendapatkan informasi kebutuhan darah untuk orang tuanya. Dari Rumah sakit satu kerumah sakit lainnya. Lagi lagi, medsos dan berujung kepada Komunitas kemanusiaan Donor darah di Duri yang menyelematkan nyawa orang tuanya.
Dilarang mengambil dan menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin Redaksi.

















